Mohon tunggu...
Hafid Rofi Pradana
Hafid Rofi Pradana Mohon Tunggu... Penulis - Transportation and Colonial Historian

Hafid Rofi Pradana adalah peneliti, content writer sekaligus pengajar sejarah. Fokus minat sejarahnya terkait dengan periodeisasi masa Hindia Belanda. Selain menggeluti di bidang sejarah, Hafid juga menggeluti di bidang IT.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Selamat Jalan, Coach Alfred Riedl

8 September 2020   21:05 Diperbarui: 8 September 2020   23:26 289 5 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Alfred Riedl (Sumber: Kompas)

Berita duka datang dari dunia sepakbola Indonesia. Mantan pelatih timnas Indonesia asal Austria, Alfred Riedl meninggal pada hari Senin malam waktu Austria. 

Berita tersebut telah dikonfirmasi oleh media olaharaga setempat, Kurier dan Sport24 yang menyatakan bahwa Alfred Riedl meninggal karena penyakit kanker yang telah diidapnya sejak lama.

Alfred Riedl adalah pelatih timnas Indonesia 3 periode, yakni tahun 2010-2011, 2013-2014, dan terakhir di tahun 2016-2017. Riedl menukangi timnas senior dan juga pernah menukangi timnas  U-23. 

Prestasi coach Riedl selama menangani timnas adalah meraih runner up di piala AFF 2010 dan 2016. Selain itu, sifat disiplin serta tepat waktu menjadi ciri khas Riedl dalam menangani timnas. 

Ia tak segan untuk mencoret pemain jika terbukti indisipliner, contohnya adalah dicoretnya Boaz Solossa pada gelaran AFF tahun 2010. 

Dibalik itu semua, ia begitu dicintai oleh publik Indonesia. Sifatnya yang memahami kultur sepakbola Asia Tenggara menjadi mudah beradaptasi dengan tim manapun. Di bawah asuhan coach Riedl, permainan timnas menjadi lebih cantik dan menjanjikan.

Mendapat Tempat Di Hati Masyarakat

Tentu yang masih ingat di kenangan kita adalah kiprahnya di Piala AFF 2010. Walaupun tidak berhasil mengantarkan timnas Indonesia juara, tapi konsistensi serta kedisiplinan coach Riedl mampu merubah karakter dan gaya bermain timnas menjadi menjanjikan dan lebih baik. 

Dampak dari pagelaran AFF kala itu mampu menambah gelora semangat dan nasionalisme di kalangan pecinta sepakbola Indonesia. Atmosfer yang gila berdampak pada penjualan merchandise timnas. 

Ketika saya masih SMP kala itu, saya masih ingat banyak orang-orang yang lantas membeli jersey atau jaket timnas Indonesia walaupun banyak yang KW.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan