Mohon tunggu...
HAERUDDIN
HAERUDDIN Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Dari Indonesia untuk Indonesia

15 Agustus 2018   22:59 Diperbarui: 16 Agustus 2018   00:17 0 0 0 Mohon Tunggu...

Agustus, dua ribu delapan belas menjadi salah satu tahun terindah untuk Indonesia. Selain merayakan hari kemerdekaan yang ke-73 tahun, Indonesia juga  menjadi tuan rumah sekaligus saksi  lahirnya atlet-atlet berprestasi dalam berbagai bidang cabang olahraga se-Asia. Asian Games.

Asian Games pertama diadakan di Delhi, India pada 4-11 Maret 1951 yang diikuti sebanyak 491 atlet dari 11 komite Olimpiade Nasional (NOC) yaitu Afganistan, Burma, Ceylon/Sri Lanka, India, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, Thailand dan Indonesia sendiri.

Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games, tepatnya pada tahun 1962 di Jakarta. Perhelatan ini berlangsung pada 24 Agustus - 4 September yang diikuti sebanyak 1.460 atlet. Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno dan dibuka secara resmi oleh Presiden waktu itu, Soekarno. Dan tahun ini, di usia Indonesia ke 73 tahun, Indonesia kembali diamanahkan menjadi tuan rumah Asian Games.

Diamanahkan sebagai tuan rumah Asian Games, Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mengusung formula untuk melibatkan ribuan seniman Indonesia mulai dari penari, musisi, perupa dekorasi dan tata cahaya pada upacara pembukaan yang juga menjadi ajang unjuk kekayaan budaya dan tradisi Indonesia. Untuk mengobarkan antusias, upacara pembukaan Asian Games 2018 akan disuguhkan semegah mungkin yang akan disaksikan sekitar empat miliar orang.

Opening serimoni yang dilaksanakan 18.8.18 nanti, juga akan menampilkan berbagai kebudayaan bangsa Indonesia. 18.8.18 merupakan angka yang indah, seindah bumi Indonesia. Indonesia yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-73 tahun, diharapkan dapat memantik semangat para atlit-atlit Indonesia untuk membanggakan dan memberikan kado terindah untuk Indonesia yang baru-baru saja merayakan hari jadinya, seperti nyala api abadi (obor Asian Games) yang terus mengobarkan nyala api.

Api abadi yang berasal dari India, telah diarak keliling Indonesia. Tak terkecuali kota Daeng, Makassar. Di Makassar sendiri, Obor Asian Games diarak keliling kota dan berhenti di Lapangan Hasanuddin. Pengiringan  Obor Asian Games yang tiba di kota Daeng disambut dengan  tarian Ganrang Bulo dan Anggaru'. Obor Asian Games ini juga diarak ke Kabupaten Bulukumba, salah satu kabupaten di Sulawesi selatan. Derai ombak Bira menari-nari menyambut kedatangan obor dengan iringan ganrang (gendang). Ada banyak makna yang ingin ditampilkan dalam kirab obor ini, salah satunya semangat untuk para atlet.

Berbicara mengenai semangat untuk para atlit, kota Daeng dalam salah satu lagu, 'dongang-dongang' menyampaikan hal ini melalui lirik lagunya, yaitu:

"takunjunga bangung turu galle

nakugunciri naung gulingku

kualleanna tallanga na toalia

dongang-dongang, ia bella karaeng

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN