Mohon tunggu...
Haedar Ardi Aqsha
Haedar Ardi Aqsha Mohon Tunggu... PNS di Badan Pusat Statistik -

Statistisi, Writer, Treveller follow me : Blog : haedarardi.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Rapor Merah untuk Indonesia dalam SEA Games 2017

4 September 2017   14:31 Diperbarui: 4 September 2017   15:24 2634
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Euforia SEA Games Malaysia 2017 telah berakhir. Pesta olahraga dua tahunan terbesar di Asia Tenggara ini telah mengukuhkan Malaysia sebagai juara umum dan menempatkan Indonesia di papan tengah klasmen akhir perolehan medali. Target pemerintah untuk menduduki posisi empat dalam klasmen akhir pupus sudah. Indonesia harus legowo duduk diposisi 5 klasmen di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Ini merupakan pukulan telak bagi Indonesia. Perolahragaan Indonesia harus segera berbenah bung!

Kejayaan Indonesia di Pentas SEA Games

Garuda berjaya di Asia Tenggara. Sejarah menuliskan bahwa Indonesia merupakan penguasa kejuaraan SEAGames sejak Indonesia mulai bergabung dengan even dua tahunan ini, yaitu tahun 1977. Mencatatkan 10 kali juara umum tentulah menjadi kebanggan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Akan tapi semua itu tinggal sejarah. Sejarah manis kedigdayaan perolahragaan Indonesia ini telah jauh tertinggal dibelakang. Prestasi Indonesia dalam SEA Games terus mengalami penurunan setelah tahun 1999. Dalam kurun waktu 17 tahun terakhir, Indonesia hanya merasakan sekali menjadi Juara umum, dan itupun mutlak harus didapat karena berlaga di depan muka bangsa sendiri. Berikut adalah grafik prestasi Indonesia dalam Sea Games 1977 -- 2017

Merosotnya Prestasi Indonesia

Ada pertanyaan besar seiring dengan merosotnya prestasi Indonesia di kancah SEA Games, yaitu apakah negara tetangga semakin kuat ataukah Indonesia yang semakin melemah? Pertanyaan itu pantas untuk dilontarkan guna mengevaluasi performa Indonesia. Dalam ajang SEA Games Malaysia yang digelar dari 19 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2017 kemaren, Indonesia hanya mampu mengumpulkan 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Ini merupakan capaian terburuk Indonesia selama keikutsertaannya di event olahraga akbar se-Asia Tenggara ini. Tak khayal berkat pencapaiannya tersebut, Indonesia hanya mampu berada di posisi kelima dibawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Prestasi Indonesia dalam Ajang Sea Games
Prestasi Indonesia dalam Ajang Sea Games
Di SEA Games Malaysia 2017, Indonesia juga mencatat rekor terburuk dalam pereolehan medali emas. Indonesia hanya memperoleh 38 medali emas atau dengan kata lain, hanya mendapatkan 9 persen dari keseluruhan medali emas yang diperebutkan. Padahal, di era 90an, persentase perolehan medali emas Indonesia selalu diatas 20 persen. Bayangkan, seperlima dari seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, Indonesia mampu untuk memenangkannya. Maka dari itu, didak ada kata yang pas untuk Indonesia selain "Rapor Merah" dalam gelaran SEA Games Malaysia 2017.              

Begitu pula diajang sepak bola. Sepak bola merupakan cabang olahraga paling prestis diantara cabang olahraga yang lainnya. Hanya merebutkan satu medali emas, akan tetapi nilai kebanggaan yang diberikan sungguh luar biasa. Terakhir kali sepak bila Indonesia mendapatkan emas pada SEA Games 1991 silam. Waktu yang cukup lama untuk menunggu emas cabang sepak bola kembali ke Ibu Pertiwi.

Jika tim sepak bolanya menang, rasanya sudah seperti menjadi juara umum. Mengapa? Karena semua sepak bola merupakan pesta rakyat. Dan persepak bolaan Indonesia mengalami nasib timbul tenggelam, belum mampu menggoyahkan kedigdayaan Thailand. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia mampu untuk mempermalukan pasukan Garuda, termasuk di laga semi final SEA Games 2017.

Mengapa Prestasi Indonesia Menurun?

Minimnya pembinaan di berbagai macam cabang olahraga secara berkesinambungan merupakan salah satu faktor kunci dibalik kemerosotan prestasi atlet olahraga Indonesia. Jika kita berkaca, bukan Indonesia yang mengalami kemunduran, akan tetapi negara tetanggalah yang tahun demi tahun terus mengalami perkembangan dalam memoles para atlet untuk menjadi juara. Perkembangan perolahragaan di negara-negara tetangga sangat pesat, mereka kencang berlari meninggalkan Indonesia yang jalan santai di belakang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun