Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Tertarik Bekerja Jadi Wartawan, Perhatikan 5 Hal Penting Ini

13 September 2021   08:28 Diperbarui: 13 September 2021   20:58 1205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi perss dan profesi jurnalis.| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Bekal apa saja?

Ingat, tulisan yang ditulis bisa berisiko

Bekerja menulis di media bukan hanya tentang 'mengarang indah' menghasilkan tulisan hasil liputan untuk ditayangkan di media daring ataupun dimuat di media cetak.

Sebab, tulisan yang kita tulis terkadang ada risikonya. Utamanya ketika menulis hal-hal yang di masyarakat menimbulkan perbedaan pandangan, pro kontra, ataupun sengketa.

Sehingga, tulisan kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Malah bisa diprotes orang, bisa dilaporkan ke dewan pers, atau bahkan bisa terjerat urusan hukum.

Risiko itu bukan hanya terjadi di genre berita yang dianggap 'berat' semisal politik dan pemerintahan. Tulisan yang dirasa ringan seperti ekonomi, olahraga, maupun gaya hidup juga bisa diprotes orang.

Semisal bila kita keliru menuliskan nama orang, keliru menulis kutipan, atau salah dalam memberitakan peristiwa sehingga berbeda dengan yang sebenarnya.

Untuk meminimalisasi risiko ini, seorang wartawan harus berpegang teguh pada kode etik profesinya.

Semisal dalam menulis berita, selalu mengedepankan fakta dan tidak beropini, juga mengulasnya secara cover both sides alias menampilkan dari berbagai sisi. Bukan hanya sepihak.

Berita juga harus menampilkan pernyataan yang sebenarnya dari narasumber. Bukan mengada-ada atau yang populer dengan sebutan wawancara imajiner. Karenanya, penting untuk merekam wawancara.

Plus, mengedepankan cek dan re-cek tulisan. Sebelum berita ditayangkan, cek kembali tulisannya. Dari penulisan nama orang, skor pertandingan, hingga mendengarkan kembali hasil rekaman wawancara seandainya masih ada yang diragukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun