Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Pencerita. Pewawancara.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019 dan 2020. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Begini Cara Saya Mengapresiasi Teman yang Menulis Buku

25 Juni 2021   16:57 Diperbarui: 25 Juni 2021   17:12 106 14 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Begini Cara Saya Mengapresiasi Teman yang Menulis Buku
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengapresiasi kawan yang menulis buku. Di antaranya dengan membeli bukunya. Bukan meminta/Foto ilustrasi buku: Kompas.com

Seorang kawan menulis buku. Lantas, memberi pengumuman di akun pribadi media sosialnya bahwa bukunya telah 'lahir'. Bagi saya, itu kabar menyenangkan.

Saya selalu senang mendapati kabar seperti itu. Terlebih di saat sekarang ketika kasus Covid-19 kembali naik. Setidaknya di wilayah tempat tinggal saya.

Pengumuman kawan yang mengumumkan kelahiran bukunya itu seperti jeda yang menyenangkan.

Jeda setelah berkutat dengan kabar ruang isolasi di beberapa rumah sakit penuh, penundaan pembelajaran tatap muka, pembatasan kegiatan malam, hingga kabar penyekatan di kota tetangga.

Ketika membaca berita-berita bertemakan semua itu, saya seperti kembali ke masa setahun kemarin. Situasi pandemi yang dikira sudah mulai membaik, plus adanya vaksinasi, ternyata kembali berulang. Pikiran jadi pegal.

Karenanya, mendapati kabar kawan menyampaikan woro-woro bukunya sudah siap diedarkan ke khalayak dan mulai membuka pre order pemesanan buku, saya langsung antusias ikut memesan.

Membeli buku, cara mengapresiasi penulis

Sebagai penikmat buku--maksudnya senang membaca dan mengoleksi buku--ada beberapa buku yang pernah saya beli dari teman. Buku karya mereka.

Genre bukunya pun macam-macam. Ada tulisan esai sepak bola, esai sosial politik. Juga novel. Tapi, yang paling banyak adalah buku kumpulan cerpen.

Bagi saya, membeli buku (langsung dari penulis ataupun penerbitnya) itu salah satu cara terbaik untuk mengapresiasi karya mereka. Apalagi bila kita kenal penulisnya.

Nah, meski si penulis buku itu teman baik, saya berusaha menjauhkan diri dari godaan berharap diberi gratisan. Kalau mau terkesan akrab, beli bukunya dan minta tanda tangan penulisnya. Bukan minta dikasih bukunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN