Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Kita dan Filosofi Jalan Kaki yang Kurang Disadari

5 April 2021   11:08 Diperbarui: 7 April 2021   16:53 3054
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi jalan kaki (Sumber: pontimages via lifestyle.kompas.com)

Intinya, melalui buku ini, mata kita akan dibuka untuk mengetahui manfaat jalan kaki. Juga, cara-cara sederhana yang bisa membuat kita semakin kreatif, bahagia, dan tidak stres.

Dari mengetahui segala manfaat jalan kaki, seharusnya akan ada banyak orang yang lantas sadar untuk mau ke luar rumah dan berjalan kaki. Setiap pagi, setiap hari.

Sebab, sepengetahuan saya, masih ada banyak orang yang kurang menyadari manfaat dan filosofi jalan kaki ini. 

Dulu Tidur Jilid II, Kini Rutin Jalan Kaki

Tentang jalan kaki ini, saya merasa akan seperti tong kosong yang nyaring bunyinya bila hanya bisa menulis tetapi tidak melakukannya. Justru, karena sudah rutin melakukannya, saya "berani" menulis tema ini.

Ya, selama pandemi ini, saya berusaha untuk rutin berjalan kaki di pagi hari. Biasanya keluar rumah sekitar pukul 05.30 WIB. Minimal 30 menit melangkahkan kaki.

Kadang sendirian, kadang ditemani istri atau juga anak-anak yang karena "terprovoksi'" oleh cerita mamanya, lantas tergoda untuk ikut jalan.

Kadang "usil" menghitung berapa jumlah langkah dalam sekali jalan pagi di seputaran kompleks perumahan yang saya tinggali. Rata-rata 2000-an langkah.

Kok dihitung? Karena saya memang jalan kaki tidak membawa "alat penghitung jumlah langkah" ataupun berapa kalori yang sudah tereduksi.

Dari rutinitas jalan kaki tersebut, saya bisa merasakan beberapa manfaat yang persis digambarkan oleh Frederic Gros dalam bukunya tersebut.

Lewat jalan kaki, pikiran jadi lebih segar. Beberapa hal yang "menganggu pikiran" sejak malam, seolah langsung terurai. Bisa "berdamai" dengan perasaan overthinking yang bikin resah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun