Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Dulu Permalukan Manchester City, Si Burung Kenari Kini Terdegradasi

12 Juli 2020   22:31 Diperbarui: 13 Juli 2020   03:24 394
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemain-pemain Norwich City terkulai lemas usai dipastikan terdegradasi dari Premier League. Padahal, di awal musim, Norwich sempat tampil ganas. Mereka pernah mengalahkan Manchester City yang merupakan juara bertahan | Foto: AFP via Getty Images

Nah, pada akhirnya, Norwich, si pedagang baru itu, harus tergusur dari 'pasar'. Mereka hanya mampu bersaing dengan para pedagang lama di masa awal ketika mereka masuk pasar. Lama-kelamaan, mereka tidak mampu berkompetisi dengan para pedagang lainnya.

Begitulah yang terjadi. Norwich yang musim ini promosi ke kompetisi level 1 Liga Inggris usai jadi juara Divisi Championship 2018/19--kompetisi level 2 di sepak bola Inggris---dipaksa kembali turun divisi.

Norwich tidak mampu menghadapi kerasnya persaingan di "pasar baru" bernama Premier League itu. Kekalahan dari West Ham pada Sabtu kemarin menjadi kekalahan ke-24 mereka dari 35 pertandingan. Gawang mereka sudah kemasukan 67 gol. Paling banyak dari 20 tim.

Norwich kalah beruntun di 6 pertandingan sejak re-start Liga Inggris

Empat bulan lalu, ketika Liga Inggris mendadak dihentikan karena adanya pandemi hingga off selama tiga bulan lebih, para suporter Norwich sebenarnya berharap tim mereka akan bangkit bila liga kembali diputar.

Bilapun ternyata liga diputuskan tidak dilanjutkan dan tidak ada tim yang terdegradasi ke Divisi Championship, itu soal lain. Mungkin itu berkah.

Toh, fans The Canaries--julukan Norwich, pastinya ingin timnya bangkit dan berjuang tetap survive di Premier League dengan cara ksatria. Itu akan lebih keren.

Apalagi, sebelum liga dihentikan, meski sudah ada di klasemen bawah, tetapi Norwich mampu membuat kejutan pada Februari lalu. Norwich sempat mengalahkan Leicester 1-0 (29/2). Lalu, di awal Maret, Norwich mampu menyingkirkan Tottenham di Piala FA (5/3).

Namun, harapan melihat Norwich bangkit itu ternyata tidak kesampaian. Malah, dalam enam pertandingan selepas restart Premier League, Norwich tidak pernah menang. Selalu kalah. Termasuk tersingkir dari Piala FA usai kalah 1-2 dari Manchester United di perempat final (27/6).

Pemain-pemain Norwich yang di awal musim tampil ganas seperti Teemu Pukki dan Todd Cantwell, sudah seperti baterai yang kehabisan daya. Di 6 laga, gawang Norwich jebol 15 kali dan hanya bisa memasukkan satu gol.

Dan puncaknya terjadi kemarin malam. Norwich yang bermain di kandangnya sendiri, Carrow Road, dihajar West Ham United, 4-0. Di tempat yang dulu mereka gagah perkasa mengalahkan Manchester City, kini malah harus mengucapkan selamat tinggal pada Premier League.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun