Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

"Resep" Ketemu, Masa Depan MU Cerah Bersama Ole Solskjaer

3 Juli 2020   14:52 Diperbarui: 4 Juli 2020   08:32 1802
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bruno Fernandes, menjadi bagian penting dari kebangkitan MU|Sumber: Mike Hewitt/NMC Pool

Masalah United Selepas Sir Alex Ferguson Pergi

Nah, selepas Sir Alex Ferguson pergi, mengapa Manchester United tidak mampu lagi berjaya?

Jawabannya tidak jauh dari starting XI ini. Para penerus Sir Alex, mulai David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho tidak memiliki starting XI yang paten. Tidak ada 11 pemain yang nyaris selalu jadi langganan bermain di setiap pertandingan.

Bila mengibaratkan mereka sebagai juru masak, mereka tidak mampu menemukan resep masakan andalan. Resep yang membuat sang juru masak masuk jajaran chef hebat.

Ambil contoh di era Mourinho. United tampak selalu kebingungan dalam memilih pemain depannya. Terkadang memainkan Marcus Rashford dan Alexis Sanchez. Terkadang memainkan Romelu Lukaku dan Anthony Martial. Belum lagi di lini tengah.

Masalah seperti itu pun dialami pelatih United di masa kini, Ole Gunner Solskjaer. Ketika mulai ditunjuk menangani MU pada Desember 2018 dan hanya bisa finish di peringkat 6 pada akhir musim Liga Inggris 2018/19, orang masih maklum bila Ole belum nyetel dengan MU. Sebab, pemain-pemain yang dilatihnya, latih merupakan "warisan" Mourinho.

Namun, ketika dipercaya memimpin United sejak awal musim 2019/20 ini, Ole ternyata juga masih sering galau. Utamanya di barisan gelandang. Utamanya ketika Paul Pogba cedera. Pun, bilapun main, sulit tampil seperti ketika membela Timnas Prancis.

Ole sering galau. Apalagi, stok pemain tengah yang dimiliki seperti Andreas Pereira, Fred, Nemanja Matic, Juan Mata, Scott McTominay, Mason Greenwood, dan Jesse Lingard jelas sulit menandingi levelnya kwartet legend Keane-Scholes-Giggs-Beckham.

Karena galau, formasi yang ia mainkan pun sering berubah. Setiap pekan, sulit menemukan United dengan "wajah" yang sama. United kadang main dengan skema 3-4-3. Kadang main dengan 4-2-3-1. Berubah-ubah. Menyesuaikan dengan strategi dan pemain yang siap tampil.

Pun, ketika gelandang asal Portugal, Bruno Fernandes bergabung dan mulai bermain awal Februari lalu, Ole tetap masih galau. Memang, dia mulai mematenkan skema 4-2-3-1 dengan Bruno bermain di belakang penyerang. Tapi, gelandang yang bermain di sekeliling Bruno, masih berubah-ubah.

Ole Solskjaer sudah menemukan "resep" yang dicari

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun