Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pencerita. Pewawancara. Pernah sewindu bekerja di "pabrik koran". The Headliners Kompasianival 2019. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Cemas Wabah Virus Corona, PBSI Evaluasi Rencana Ginting dkk Tampil di Tiongkok

28 Januari 2020   11:28 Diperbarui: 28 Januari 2020   11:33 756 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cemas Wabah Virus Corona, PBSI Evaluasi Rencana Ginting dkk Tampil di Tiongkok
Karena wabah virus corona, Anthony Ginting dkk kemungkinan tidak akan berpartisipasi di Kejuaraan Badminton Asia Championsip 2020 yang rencananya digelar di Wuhan, Tiongkok, pada April mendatang. Kecuali bila lokasi BAC 2020 dipindahkan ke negara lain/Foto: Kompas.com

Wabah virus Corona yang tengah melanda Tiongkok dan mulai menyebar ke berbagai negara, ternyata berdampak pada agenda tim bulutangkis Indonesia.

Gara-gara wabah virus yang bermula dari Wuhan, Tiongkok dan hingga Minggu (26/1) kemarin sudah ada 13 negara yang mengkonfirmasi menemukan kasus virus tersebut di negaranya masing-masing, tim bulu tangkis harus mengatur ulang agenda yang sudah disusun.

Seperti pada Februari nanti, seharusnya, pemain-pemain muda Indonesia yang masuk dalam Pelatnas tingkat pratama, akan tampil di turnamen tahunan, Lingshui China Master 2020.

Menurut jadwal, turnamen BWF Super 100 ini akan digelar di Kota Lingshui, Tiongkok, pada 25 Februari hingga 1 Maret 2020 mendatang. Namun, karena wabah virus Corona, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memutuskan untuk menarik keikutsertaan pemain-pemain Indonesia dari kejuaraan tersebut.

Dikutip dari badmintonindonesia.org, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyampaikan, Indonesia sebenarnya berencana mengirim 44 pemain ke Lingshui China Masters 2020.

Mereka mayoritas pemain-pemain Pelatnas tingkat pratama yang masih berusia muda. Diantaranya pasangan ganda putra juara dunia junior 2019, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Lalu tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Serta pasangan ganda campuran yang dicoba dimatangkan, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah.

"Situasi di Tiongkok kurang kondusif. Wabah virus Corona ini kan membahayakan sekali. Kami harus menjaga pemain kami," tegas Susy Susanti.

Disampaikan Susy, sejauh ini memang belum ada travel warning dari pemerintah untuk tidak pergi ke Tiongkok. Namun, dia menegaskan lebih baik melakukan proteksi dan prevensi kepada para atlet mudanya. Karenanya, PP PBSI tidak akan nekad mengirimkan pemain ke Tiongkok.

"Ini menyangkut atlet-atlet muda kami. Jangan sampai, kalau nanti di sana sakit dan tertular, kan bahaya sekali. Kami cari aman saja, apalagi ini kan jelang olimpiade," sambung pahlawan olahraga Indonesia saat merebut medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini

Keputusan PP PBSI tersebut kiranya tepat. Apalagi, berkembang ada informasi  bila beberapa tim Indonesia dari cabang olahraga (cabor) lainnya yang sedang melakukan latihan di Tiongkok, sudah ditarik kembali ke Indonesia. PP cabor-cabor tersebut tidak mau menantang bahaya di Tiongkok.

Kengerian pada wabah virus corona sehingga PBSI lantas melakukan keputusan tidak biasa, memang beralasan. Dunia memang sedang panik dengan wabah virus corona yang mulai mencuat di Tiongkok pada 31 Desember 2019 lalu. 

Menurut laporan Kompas, hingga Minggu (26/1), 13 negara mengkonfirmasi menemukan kasus virus ini di negaranya masing-masing. Negara itu adalah Tiongkok, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, Kanada, Singapura, Thailand, Nepal, Prancis, Malaysia, dan Australia. Di Indonesia sendiri, sejak akhir pekan lalu, beredar kabar ada pasien suspect virus corona.

Wabah virus Corona memang mengerikan. Betapa tidak, hingga akhir pekan kemarin, sebanyak 56 orang di Tiongkok dilaporkan meninggal karena virus yang gejalanya demam, batuk kering, lemas, dan kesulitan bernafas ini. 

Karenanya, sekali lagi, keputusan PBSI untuk tidak mengirimkan atlet-atletnya ke turnamen di Tiongkok, sudah tepat. Terpenting, PP PBSI tetap memiliki itikad untuk tetap menjaga hubungan baik dengan asosiasi bulutangkis Tiongkok (Chinese Badminton Association- CBA). Dalam hal ini, PBSI telah memberikan penjelasan terkait penarikan pemain dari kejuaraan tersebut. Termasuk memberikan laporan penarikan pemain kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

PBSI juga mempertimbangkan partisipasi di Kejuaraan Asia 2020 yang rencananya digelar di Wuhan
Selain menarik diri dari partisipasi di turnamen Lingshui China Masters 2020, PBSI juga tengah mempertimbangkan tidak akan memberangkatkan pemain ke Kejuaraan Badminton Asia 2020 alias Badminton Asia Championship 2020 pada April mendatang.

Evaluasi rencana memberangkatkan pemain memang perlu dilakukan. Pasalnya, kejuaraan Asia nomor individu ini akan digelar di Wuhan. Sejak tahun 2015 silam, Badminton Asia Championship memang selalu digelar di Wuhan.

Kita tahu, Wuhan merupakan kota pertama di Tiongkok yang menjadi lokasi ditemukannya penderita yang terjangkit virus Corona. Bahkan, beberapa foto yang ditampilkan di media sosial, terlihat bila suasana jalanan kota itu kini lengang. Seolah ditinggalkan warganya. Sepi. Seperti pemandangan kota mati di film-film Hollywood. Anak-anak juga diliburkan sekolahnya.

"Sepertinya ke Wuhan juga akan dibatalkan. Belum ada keputusan, tapi kemungkinan besar akan batal berangkat. Karena sangat berisiko sekali, apalagi tempatnya tepat di Wuhan," sambung Susy.

Namun, ada kemungkinan, Badminton Asia Championship (BAC) tahun ini akan tetap digelar tetapi dipindahkan ke negara lain. Sebab, turnamen sangat penting. BAC 2020 akan menjadi turnamen terakhir yang menjadi penentu akhir poin race to Tokyo Olympic 2020.

Sebelumnya, beberapa negara pernah menjadi tuan rumah kejuaraan BAC ini. Seperti Korea Selatan yang menjadi tuan rumah di tahun 2014 dan 2009. Juga Taiwan di tahun 2013. Serta India di tahun 2010.

Bagaimana dengan Indonesia? Kali terakhir Indonesia menjadi tuan rumah BAC, terjadi pada tahun 2003 silam. Kala itu, Indonesia meraih dua gelar lewat Sony Dwi Kuncoro di tunggal putra dan pasangan ganda campuran, Nova Widianto/Vita Marissa yang kini menjadi pelatih di Pelatnas.  

Tim Indonesia akan tampil di BATC 2020 di Filipina
Lalu, bagaimana dengan agenda tim bulu tangkis Indonesia selama Februari ini yang tentu saja harus bermain d luar negeri?  

Sebab, Indonesia baru saja menjadi tuan rumah turnamen Indonesia Masters pada pertengahan Januari lalu. Baru pertengahan tahun nanti, Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Indonesia Open 2019.

Jadwal di Februari ini sejatinya tidak sepadat seperti awal tahun yang langsung digelar tiga turnamen BWF secara beruntun di Malaysia, Indonesia, dan Thailand,

Namun, tim Indonesia tetap dijadwalkan mengikuti kejuaraan beregu, Badminton Asia Team Championships 2020 yang akan dilangsungkan di Manila, Filipina, pada 11-16 Februari 2020.

Sejauh ini belum ada travel warning terkait virus Corona di Filipina. Namun, merujuk pada imbauan dari pemerintah, para atlet dan tim yang akan berangkat, wajib diberi vaksin polio sebagai tindakan preventif. Sama halnya seperti sebelum keberangkatan tim SEA Games 2019 lalu ke Manila.

Di Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC), PBSI akan mengirimkan 10 atlet putra dan 10 atlet putri yang terpilih masuk tim inti mewakili Indonesia.

PBSI mengirimkan pemain-pemain terbaiknya di kejuaraan ini. Di tim putra, sektor tunggal putra diperkuat Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Sedangkan sektor ganda putra ada pasangan rangking satu dan dua dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Plus pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Masuk akal bila PBSI mengirimkan tim terkuatnya. Sebab, BATC 2020 akan menggunakan format permainan Piala Thomas dan Piala Uber. Sehingga, ini akan menjadi ajang pemanasan sebelum tampil di Piala Thomas/Uber 2020 yang digelar pada Mei nanti di Denmark. Selain itu, kejuaraan ini juga masuk poin race to Olympic.

Dalam dua penyelenggaraan terakhir BATC di India 2016 dan Malaysia 2018, tim putra Indonesia berhasil merebut gelar juara. Merujuk pada pemain yang diturunkan, tim putra Indonesia berpeluang meraih tiga gelar berturut-turut di BATC. Salam.

VIDEO PILIHAN