Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pencerita. Pewawancara. Pernah sewindu bekerja di "pabrik koran". The Headliners Kompasianival 2019. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kala Semesta dan Para Mantan Berkonspirasi Membantu Liverpool Juara

20 Januari 2020   08:33 Diperbarui: 20 Januari 2020   08:42 257 2 2 Mohon Tunggu...
Kala Semesta dan Para Mantan Berkonspirasi Membantu Liverpool Juara
Kiper Liverpool, Alisson Becker merayakan gol yang dicetak Mo Salah (melepas baju) ke gawang Manchester United di masa akhir pertandingan. Liverpool mengalahkan Man.United 2-0 di Anfield pada Minggu tengah malam atau dini hari tadi/Foto: Anfield Wrap

Penyerang santun Liverpool asal Mesir, Mo Salah, ternyata bisa meledek. Akhir pekan kemarin, jelang Liverpool menjamu Manchester United di Anfield, Salah diwawancara wartawan.

Dia ditanya perihal peluang Liverpool menang. Juga alasan mengapa Liverpool tak mampu mengalahkan United di pertemuan pertama di Old Trafford. Di mana, hasil itu menjadi satu-satunya catatan gagal menang Liverpool musim ini

Salah menjawab singkat. Kata dia: "Karena saya waktu itu tidak ikut bermain (cedera)". Bila dibuat kalimat lebih panjang, Salah mungkin akan berujar begini. "Andai saya ikut bermain, ceritanya akan lain. Kami akan bisa mengalahkan mereka".  

Bagi sebagian orang, ucapan Salah itu mungkin terdengar meledek. Malah terkesan sok. Bahwa United beruntung dirinya tidak bermain di pertemuan pertama. Ternyata, tidak ada yang salah dengan ucapan Salah itu. Dia bicara serius.

Tadi malam, jelang pergantian hari, Salah membuktikan ucapannya itu. Liverpool dibawanya menang 2-0 atas United di Anfield pada pekan ke-22 Liga Inggris, Minggu (219/1) jelang tengah malam waktu Indonesia.

Menguasai pertandingan dengan prosentase ball possesion 56 persen, Liverpool unggul cepat lewat gol sundulan Virgil van Dijk di menit ke-14, meneruskan sepak pojok Trent Alexander-Arnold. Van Dijk memenangi duel udara melawan kapten baru United, Harry Maguire.

Cerita setelahnya, Liverpool sempat dua kali menjebol gawang United di babak pertama lewat Roberto Firmino dan Gini Wijnaldum. Namun, gol keren Firmino dianulir wasit. Sempat diprotes pemain-pemain United, wasit lantas melihat tayangan video. Dan benar, Van Dijk terlihat lebih dulu melanggar kiper United, David de Gea. Berikutnya, gol Wijnaldum dianulir karena dia dianggap dalam posisi off side ketika menerima umpan.

Di awal babak kedua, Mo Salah melesat. Tapi, sepakan kerasnya melebar beberapa sentimeter dari gawang United. Sadio Mane juga beberapa kali mendapatkan peluang. Termasuk one on one melawan De Gea di babak pertama yang bisa ditepis dengan kaki oleh kiper asal Spanyol tersebut.

Publik Anfield yang sempat deg-degan ketika pemain-pemain United beberapa kali mendapat peluang lewat serangan balik, akhirnya bersorak puas ketika Mo Salah mencetak gol di menit ke-93. 

Gol ini keren. Mengejar sepakan bola dari Alisson, Salah yang berada di belakang garis tengah, lantas berlari di depan bek-bek United. Salah lepas, Sulit mengejarnya. Lantas, dia melepaskan tendangan memedaya De Gea. Sejurus kemudian, Alisson sampai berlari dari gawangnya ke sudut area lapangan United untuk memeluk Salah. Merayakan gol kemenangan.

Liverpool menang 2-0 atas United. Kemenangan ke-21 mereka dari 22 pertandingan musim ini. Kemenangan beruntun ketujuh di Liga Inggris yang diraih tanpa kemasukan gol (clean sheet).

Serta, kemenangan yang juga membuat Liverpool bisa mengalahkan semua tim di Liga Inggris musim ini. Ya, dari 19 tim kontestan Liga Inggris musim 2019/20, semuanya bisa dikalahkan Liverpool.

Sebelumnya, fans United masih 'membanggakan' hasil imbang di Old Trafford yang membuat mereka jadi satu-satunya tim yang tak bisa dikalahkan Liverpool. United juga bangga karena trio penyerang Marcus Rashford-Mason Greenwood dan Anthony Martial, punya koleksi 39 gol. Lebih ganas dari trio Salah-Firmino-Mane dengan 38 gol.

Namun, semua cerita itu kini tinggal kenangan. United juga bernasib sama dengan tim-tim lainnya. Tampil tanpa Rashford, United ternyata tidak bisa mengulang kisah sejarah di musim 2003/2004 silam, ketika mereka menghentikan catatan 49 unbeatable Arsenal.

Liverpool pun semakin gagah di puncak klasemen. Mengumpulkan 64 poin dari 22 pertandingan. Unggul 16 poin dari tim peringkat dua, Manchester City (48 poin) yang sudah memainkan 23 pertandingan.

Masih ada 16 pertandingan menuju garis finish Liga Inggris musim 2019/20. Tapi, Liverpool kini seperti berlari sendirian di depan. Jauh meninggalkan para pesaingnya.

Semesta tengah mendukung Liverpool juara
Nah, berkorelasi dengan judul, saya mendadak teringat dengan kutipan terkenal novelis Brasil, Paulo Coelho di buku The Alchemist. Bahwa "saat kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bersatu membantumu meraihnya."

Adakah hubungan antara ujaran terkenal Paulo Coelho itu dengan harapan Liverpool mengejar mimpi juara Liga Premier Inggris untuk kali pertama sejak tahun 1990?

Benarkah semesta memang telah berkonspirasi membantu Liverpool untuk jadi juara Liga Inggris musim 2019/2020 ini?

Bisa jadi seperti itu. Bahwa, terlepas dari penampilan istimewa Liverpool di Liga Inggris musim ini, mereka juga mendapat bantuan semesta yang seolah ingin melihat mereka mengangkat trofi Liga Inggris di akhir musim nanti.

Tengok saja, dari pekan ke pekan, satu demi satu tanda bahwa semesta sedang membantu Liverpool, terlihat nyata. Bantuan semesta itu juga bisa berbentuk penampilan buruk dari tim-tim pesaing pemburu gelar. Bantuan dari semesta itu bisa berbentuk "pertolongan" dari para mantan Liverpool.

Atau, bantuan semesta itu bisa pula berupa keputusan wasit yang debatable serta Video Assistant Referee yang meski tidak selalu berpihak pada Liverpool, tetapi acapkali merugikan tim-tim pesaing sehingga menguntungkan Liverpool. Ya, bisa jadi.

Apa yang terjadi di Liga Inggris pada pekan ini, menjadi salah satu bukti ucapan Coelho itu sedang bekerja untuk Liverpool. Bantuan semesta itu berwujud "pertolongan" dari tim-tim lain yang menjegal pesaing Liverpool.

Pekan ini, Liverpool sebenarnya menghadapi laga berat. Menjamu United. Sementara dua pesaing, Manchester City dan Leicester hanya menghadapi jadwal ringan. City menjamu Crystal Palace, Sabtu (18/9). Leicester away ke markas tim papan bawah, Burnley, Minggu (19/1). Di atas kertas, keduanya bisa menang.

Yang terjadi, City yang pekan lalu menang 6-1 atas Aston Villa, ternyata ditahan Palace 2-2 di kandangnya. Sialnya, gol penyama Palace terjadi di menit ke-90 karena gol bunuh diri pemain City, Fernandinho.

Dan tadi malam, di luar dugaan, Leicester malah kalah 1-2 dari Burnley. Sempat unggul lebih dulu, gawang Leicester jebol dua kali di babak kedua. Tepatnya di menit ke-56 dan 79.

Penampilan labil City dan Leicester itu merupakan tanda-tanda kesekian kalinya. Bahwa semesta membantu Liverpool untuk mengakhiri kompetisi sebagai juara. City kini sudah kalah lima kali. Sementara Leicester enam kali.

Padahal, sebelum pergantian tahun, prediksi liar bermunculan. Bahwa, Liverpool akan terpeleset seperti halnya musim lalu. Sementara City akan terus melaju tidak terkalahkan.

Apalagi, Liverpool melakoni jadwal padat selama Januari. Selain United, Liverpool juga bertemu Tottenham Hotspur. Ternyata, malah City dan Leicester yang seperti 'kehabisan solar' dalam usaha mengejar Liverpool.

Bantuan para mantan menjegal rival Liverpool
Nah, yang menarik, bantuan semesta yang juga mencolok adalah kekompakan mantan-mantan Liverpool dalam membantu sang mantan. Ketika bertemu pesaing Liverpool, para mantan Liverpool itu tampil bagus dan memenangkan klub barunya.

Pekan lalu, siapa yang menyangka, Leicester City kalah 1-2 di kandang sendiri dari Southampton. Padahal, di putaran pertama, Leicester menang 9-0 di markas Southampton. Nah, gol penentu kemenangan Southampton dicetak Danny Ings di menit ke-81. Kita tahu, Ings, penyerang asli Inggris, merupakan mantan pemain Liverpool yang dilepas di akhir musim lalu.

City juga pernah merasakan dikecewakan oleh mantan Liverpool. Itu terjadi saat mereka menghadapi tuan rumah Newcastle United pada akhir tahun 2019 lalu. Hingga menit ke-85, City masih unggul 2-1. City sepertinya akan menang.

Namun, di menit ke-88, Jonjo Shelvey membuat Newcastle menyamakan skor. Pemain gundul berusia 27 tahun ini melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti dan menjadi gol. Shelvy merupakan produk akademi Liverpool dan sempat membela The Reds di musim 2010 hingga 2013.

Bukan tidak mungkin, skenario 'pertolongan' dari tim lain ataupun para mantan itu bisa kembali terjadi pada pekan depan. Bukan dalam bentuk Wolverhampton mengalah ketika menjamu Liverpool (23/1). Namun, bisa berwujud kengototan dari Sheffield United dan West Ham United kala bersua City dan Leicester (23/1).  

Bantuan lainnya adalah perihal keputusan wasit yang debatable maupun VAR yang acapkali jadi kontroversi. Liverpool dituding kerap diuntungkan VAR. Sampai-sampai, oleh para hatersnya, nama Liverpool dipelesetkan menjadi LiVARpool.

Meski, dalam ulasan sebelumnya, saya menulis perihal data yang menyebut bila Liverpool tidak selalu diuntungkan VAR. Bukti terbarunya, tadi malam, dua gol mereka ke gawang United, dianulir. Salah satunya karena VAR.
 
Pun, tim-tim lain seperti City maupun Leicester, tidak selalu dirugikan oleh VAR, tetapi juga pernah mendapatkan keuntungan dari VAR. Meski, kadang ketika mereka dirugikan, ulasannya dibesarkan. Padahal, intinya, samo mawon. Podho waeh. Sama saja.

Pada akhirnya, bila semesta sudah membantu Liverpool. Bila tim-tim pesaing tampil labil dan kerap meraih hasil di luar dugaan. Dan bila para mantan "sudah bersatu membantu", rasanya Liverpool memang akan jadi juara Liga Inggris. Bukan lagi nyaris seperti musim lalu. 

Rasanya, fans Liverpool tidak akan lagi menjadi korban bully-an karena saking lamanya tidak pernah jadi juara Liga Inggris. Sampai ada meme tentang apa saja yang terjadi dari ketika Liverpool juara Liga Inggris kali terakhir pada 1990 silam, hingga 2019.

Tapi, rasanya tidak elok bila merasa weruh sak duruning winarak (tahu sebelum kejadian terjadi). Malah pamali. Paling bagus ya, mari menikmati penampilan Liverpool di Liga Inggris musim ini. Apakah mereka memang bisa juara. Apakah mereka mengukir rekor poin terbanyak. Dan, apakah bisa tidak terkalahkan hingga akhir musim. Salam. Selamat beraktivitas di awal pekan.

VIDEO PILIHAN