Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pernah bekerja di "pabrik koran". Nominasi kategori 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Waspadalah PBSI, Ganda Putra India Kini Bisa Merepotkan Kita

25 Oktober 2019   07:55 Diperbarui: 26 Oktober 2019   10:21 0 13 5 Mohon Tunggu...
Waspadalah PBSI, Ganda Putra India Kini Bisa Merepotkan Kita
Pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (Shi Tang/Getty Images)

Sepanjang tahun 2019 ini, Indonesia memang menguasai sektor ganda putra. Dominasi Indonesia terlihat ketika tiga pasangan ganda putra Indonesia, bergantian meraih gelar juara di turnamen BWF World Tour. Termasuk di BWF World Championship (Kejuaraan Dunia) 2019.

Tiga pasangan ganda putra Indonesia yakni Marcus Ferinaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, seolah terlalu kuat bagi ganda putra top dunia dari negara lain. 

Faktanya, sepanjang tahun ini, hingga bulan Oktober, tiga pasangan Indonesia ini sudah meraih 11 gelar. Marcus dan Kevin yang masih menduduki rangking 1 dunia, sudah meraih enam gelar.

 Yakni di Malaysia Masters Super 500, Indonesia Masters Super 500, Indonesia Open Super 1000, Japan Open Super 750, China Open Super 1000 dan pekan kemarin juara di Denmark Open Super 750.

Sementara Ahsan/Hendra yang kini ada di rangking 2 dunia, menjadi juara di dua kejuaraan paling bergengsi. Yakni Kejuaraan Dunia 2019 dan All England Open 2019 Super 1000. Plus, juara di New Zealand Open Super 300. 

Sedangkan Fajar dan Rian yang ada di peringkat 5 dunia, sudah meraih dua gelar di Swiss Open Super 300 dan Korea Open Super 500.

Tidak hanya raihan gelar, parameter dominasi ganda putra Indonesia juga terlihat dari seringnya Marcus/Kevin dan Hendra/Ahsan bertemu di final. Keduanya lima kali bertemu di final. Terakhir, pada akhir pekan kemarin, keduanya bertemu di final Denmark Open.

Dominasi pasangan Indonesia juga tidak lepas dari menurunnya performa ganda putra asal Tiongkok yang selama ini menjadi lawan terberat.

Faktanya, penampilan pasangan juara dunia 2018, Li Junhui/Liu Yuchen, Han Chengkai/Zhou Haodong, He Jiting/Tan Qiang maupun pasangan senior juara dunia 2017, Zhang Nan/Liu Cheng, cenderung menurun.

Tahun ini, jarang sekali, ganda putra Tiongkok bisa melaju ke final tahun ini. Padahal, tahun lalu, terhitung empat kali, Marcus/Kevin bertemu ganda putra Tiongkok di final. Sementara Hendra/Ahsan sekali.

Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan, terhenti di putaran II French Open 2019. Tadi malam, mereka dikalahkan ganda putra India./Foto: badmintonindonesia.org
Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan, terhenti di putaran II French Open 2019. Tadi malam, mereka dikalahkan ganda putra India./Foto: badmintonindonesia.org
Kejutan kedua dari ganda putra India di BWF World Tour
Namun, meski mendominasi, PBSI harus tetap waspada. Sebab, lawan utama Indonesia di sektor ganda putra bukan hanya dari Tiongkok. Bukan juga hanya dari Jepang ataupun Korea dan negara Eropa. Justru, Indonesia harus mewaspadai India.

Ya, India yang selama ini diremehkan di sektor ganda, kini punya pasangan ganda putra menjanjikan. Namanya Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Chandrashekhar Shetty. Usia mereka masih sangat muda. Rankireddy baru berusia 19 tahun. Sementara Chirag Shetty berusia 22 tahun.

Tadi malam, untuk kali kedua, pasangan India ini berhasil mencuri perhatian media. Nama mereka masuk headline lagi. Itu setelah Rankireddy/Shetty membuat kejutan hebat dengan mengalahkan Hendra/Ahsan di putaran kedua French Open 2019, Kamis (24/9).  

Mengandalkan power dan stamina khas anak muda, Rankireddy/Shetty mengalahkan Ahsan/Hendra lewat rubber game. Mereka langsung gas pol di awal pertandingan.

Game pertama berhasil mereka menangi dengan skor 21-18. Di game kedua, Hendra/Ahsan yang mengandalkan kematangan bermain, mampu menang dengan skor sama, 21-18.

Namun, di game ketiga, ganda India ini mampu mengoptimalkan kelebihan stamina mereka. Rankireddy/Shetty nyaris selalu unggul dalam perolehan poin. Mereka bahkan sempat unggul jauh, 17-7. Rankireddy/Shetty akhirnya menang 21-13 dalam pertandingan yang memakan waktu 53 menit.  

Dalam wawancara dengan badmintonindonesia.org seusai pertandingan, Ahsan mengakui mereka kalah stamina dengan pasangan muda India tersebut. Utamanya di game ketiga. Terlebih, ganda India tersebut memainkan strategi menyerang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x