Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pernah bekerja di "pabrik koran". Nominasi kategori 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Agar Bekerja Menulis Lancar, Jangan Sembarangan Pilih Bahan Bakar Motor

15 Agustus 2019   10:33 Diperbarui: 15 Agustus 2019   10:40 0 3 1 Mohon Tunggu...

Bekerja sebagai"tukang nulis" acapkali digambarkan dengan duduk tenang di depan laptop sembari menghasilkan tulisan. Kenyataannya tidak seperti itu. Sebagai penulis, saya justru cukup sering keluar rumah lantas "mengukur jalan".

Maksudnya, saya harus melintasi jarak puluhan kilometer demi menemui narasumber untuk melakukan wawancara ataupun datang ke lokasi acara guna mendapatkan data-data sebagai bahan penulisan.

Ketika mewawancara narasumber, selain wajib menguasai materi yang akan ditanyakan, saya harus hadir di lokasi tepat waktu sesuai jam yang disepakati. Sebab, seberapapun kita piawai dalam mewawancara, tetapi bila sering 'ngaret', citra kita akan buruk di mata narasumber.

Masalahnya, jarak tempuh perjalanan dari rumah saya di Sidoarjo ke beberapa tempat di Surabaya, terkadang sulit ditebak. Pasalnya, di jam-jam tertentu, beberapa ruas jalan di Sidoarjo ataupun di Surabaya, bisa macet parah.  

Karenanya, saya memilih menggunakan motor sebagai kawan bekerja menulis ketimbang memakai kendaraan roda empat. Pertimbangannya, ketika macet, motor masih bisa menyelip diantara kendaraan yang antre bergerak. Kaki juga tidak pegal karena keharusan menginjak rem, gas dan kopling. Apalagi, motor yang saya gunakan jenis matic sehingga tinggal mengatur gas dan rem saja, tanpa perlu menginjak gigi.

Namun, seenak-enaknya mengendarai motor, bagaimanapun, jalanan macet itu bisa membuat kesal dan stress. Bahkan, bukan hanya penggunanya, motor pun bisa stress. Sebab, ketika macet, mesin motor harus bekerja lebih keras dibanding ketika jalanan lancar. Selain mesin lebih cepat panas, kampas rem juga akan cepat aus. Belum lagi bila ada komponen yang bermasalah.

Untuk itu, saya membutuhkan motor dengan performa mesin maksimal. Tidak lucu bila motor yang saya pakai untuk menemui narasumber, mendadak 'ngambek' dalam perjalanan. Pekerjaan bisa berantakan bila seperti itu. Untuk menghindari kemungkinan buruk semacam itu, kita wajib memperlakukan motor dengan benar.

Karenanya, penting untuk men-servis motor secara berkala di bengkel langganan. Juga rutin mengganti oli dan mengecek kampas rem. Tidak kalah penting, memilih bahan bakar berkualitas bagus agar kinerja mesin motor tetap prima. Ambil contoh ketika jalanan macet, kita butuh bahan bakar dengan oktan tinggi agar proses pembakaran di mesin jadi lebih sempurna. Bila kita salah memilih bahan bakar, itu bisa menjadi salah satu penyebab motor ngambek (baca mogok) di jalan.

Untuk itu, saya memilih Shell V-Power sebagai bahan bakar motor saya. Shell V-Power punya teknologi DYNAFLEX dengan 3 kali molekul pembersih lebih banyak yang mampu membersihkan endapan dan mengurangi gesekan hingga 80% sehingga menghasilkan efisiensi dan performa kendaraan yang semakin baik.

Sebenarnya, saya sudah paham bila Shell V-Power bensin berkualitas bagus. Namun, setelah memakainya, saya bisa merasakan keuntungan (benefit) ganda. Tidak hanya membuat performa mesin motor jadi optimal yang tentu saja mendukung pekerjaan, memakai Shell V-Power ternyata juga bisa menghemat pengeluaran.

Karena mesin terawat, maka perawatan kendaraan jadi lebih efisien. Kita terhindar dari kemungkinan bolak-balik ke bengkel akibat mesin rewel yang tentu saja memaksa kita mengeluarkan biaya lebih. Selain itu, Shell V-Power juga bikin motor hemat bahan bakar sehingga tidak sering mampir ke SPBU untuk mengisi bensin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2