Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Penulis - Penulis. Jurnalis.

Pernah sewindu bekerja di 'pabrik koran'. The Headliners Kompasiana 2019, 2020, dan 2021. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Kisah Panggung Pertama Ebiet G Ade dan Balada Penulis Pemula

1 Juli 2019   16:39 Diperbarui: 3 Juli 2019   20:58 592
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ebiet G Ade tampil di Syncronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/10/2017). Festival musik yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (8/10/2017) tersebut menampilkan beberapa musisi di antaranya ada Bangkutaman, Jason Ranti, Adhitya Sofyan, Float, Pee Wee Gaskins, Indische Party, dan Hello Dangdut. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO (KRISTIANTO PURNOMO).

Sebenarnya, bagaimana caranya agar tulisan kita tidak sepi pembaca?

Bila harus menjawab pertanyaan ini, saya yakin sampean (Anda) memiliki jawaban yang keren-keren. Mungkin ada yang menjawab bisa dengan menulis tema tulisan yang sedang ramai (viral) dan menarik perhatian banyak orang.

Atau juga 'nebeng promosi' di Kompasianer top yang tulisannya banjir pengunjung dengan menyelipkan tautan tulisan kita. Ada banyak cara yang bisa dilakukan.

Namun, saya tertarik untuk mengikuti apa yang telah dilakukan Ebiet G Ade setelah panggung pertamanya yang ditinggalkan penonton. Bahwa, Ebiet melakukan intropeksi mengapa penonton awalnya pergi.

Seperti penuturannya, sejatinya bukan hanya karena dirinya pendatang baru dan belum dikenal orang, tetapi mungkin juga caranya dalam mempersiapkan diri jelang tampil yang dianggap orang lain membosankan.

Hal terpenting adalah respons yang ditunjukkan Ebiet. Panggung pertamanya itu tidak membuatnya menyerah. Justru, ia semakin bersemangat. Ia terus berproses menjadi penyanyi hebat. Pada akhirnya, ia masuk depar rekaman dan orang pun tahu kemampuannya.

Andai setelah panggung pertama itu, Ebiet jadi tidak pede dan tidak mau lagi tampil, kita mungkin tidak akan pernah tahu betapa Indonesia memiliki "Bob Dylan" yang tidak hanya piawai beryanyi, tetapi juga menulis lagu dan memainkan gitar.

Sama saja dengan penulis, bila karena tulisan pertamanya yang diunggah ternyata sepi pembaca lantas semangat menulisnya ambruk, dia tidak akan pernah menjadi besar di bidang tulis menulis.

Memang, sebagai pendatang baru, tidak mudah untuk meyakinkan pembaca agar mau "mampir" membaca tulisan kita. Butuh usaha lebih. Tetapi, yakinlah bahwa itu sejatinya hitungan waktu.

Terpenting adalah tetap rutin menulis. Bukannya sekali menulis lantas menghilang berhari-hari apalagi berbulan-bulan (tidak menulis lagi). Karena dengan terus menulis, dengan rajin mengunggah tulisan dan berbagi komentar dengan penulis lainnya, lama-kelamaan, kita juga akan dikenal. Lama-lama, orang juga akan penasaran membaca tulisan kita.

Nah, setelah rajin menulis, penting untuk berproses menghasilkan tulisan lebih baik. Bisa dengan mengamati tulisan-tulisan orang lain yang acapkali jadi headline, terpopuler, atau mendapat nilai tertinggi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun