Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pernah bekerja di "pabrik koran". Nominasi kategori 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Ayolah Jojo dan Kawan-kawan, Ini Saat Terbaik untuk "Pecah Telur"

3 Mei 2019   08:23 Diperbarui: 4 Mei 2019   02:48 0 12 5 Mohon Tunggu...
Ayolah Jojo dan Kawan-kawan, Ini Saat Terbaik untuk "Pecah Telur"
Jonatan Christie berpeluang meraih gelar di Selandia Baru/Foto: BolaSport.com

Apa kabar pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia yang tampil di New Zealand Badminton Open 2019? Kamis kemarin (2/5), turnamen BWF World Tour Super 300 yang dimainkan di Eventfinda Auckland ini mempertandingkan babak 16 besar demi memperebutkan 'tiket' lolos ke perempat final. Dan, bagi Indonesia, ada kabar manis, juga kabar pahit.

Sampean (Anda) memilih untuk mengetahui kabar manis atau kah kabar pahit terlebih dulu? 

Mungkin ada beberapa orang yang lebih suka mendengar kabar manis terlebih dulu supaya mood nya bagus. Aatau gar tidak terlalu kaget ketika mendengar kabar buruk karena sudah dipenuhi kabar gembira. Dan tentu saja ada yang berpikir sebaliknya.

Baiklah, mari kita mulai dengan kabar bagus. Di sektor tunggal putra, dua pemain adalan Indonesia yang diproyeksikan tampil menuju Olimpiade 2020, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, berhasil lolos ke perempat final.

Jonatan yang bermain lebih dulu, sempat dikagetkan oleh perlawanan ketat pemain Taiwan, Wang Tzu Wei. Dia dipaksa bermain rubber game selama 1 jam. Menang 21-14 di game pertama, Jonatan yang menjadi unggulan 3 di turnamen ini, ternyata kalah dengan skor sama di game kedua. Untunglah, di game penentuan, dia menang 21-16.

Sementara Anthony Ginting tampil luar biasa saat mengalahkan pemain Malaysia, Chong Wei Feng. Ginting yang menjadi unggulan 1, menang straight game dengan "skor sadis" 21-6, 21-5 hanya dalam waktu 24 menit.

Di perempat final, Ginting akan menghadapi pemain senior Tiongkok, Lin Dan yang merupakan unggulan ketujuh dan juga juara bertahan New Zealand Open 2018. Sementara Jonatan juga akan bertemu pemain Tiongkok, Sun Feixiang. Semoga keduanya bisa lolos ke semifinal.

Di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung berhasil menapak ke perempat final pertamanya di tahun 2019 ini. Jorji---sapaan Gregoria Mariska lolos setelah mengalahkan pemain Tiongkok, Li Yun dengan kemenangan straight game 21-14, 22-20. Sebelumnya, Gregoria juga menumbangkan pemain Tiongkok, Zhang Yiman di putaran pertama.

Bisakah Gregoria melangkah jauh di New Zealand Open 2019? Tidak ada yang tidak mungkin. Namun, dia harus tampil lebih dari biasa di perempat final. Sebab, Gregoria akan menghadapi lawan tangguh, yakni pemain Jepang yang menjadi unggulan 1, Akane Yamaguchi. Pemain mungil ini baru saja menjadi juara Kejuaraan Asia 2019 pada akhir pekan lalu.  

Gregoria sendirian menjadi wakil tunggal putri Indonesia di perempat final. Dua rekannya, Fitriani dan Ruselli Hartawan, terhenti di putaran II kemarin. Ruselli takluk dari pemain senior Tiongkok peraih medali emas Olimpiade 2012, Li Xuerui 16-21, 13-21. Sementara Fitriani tak mampu berbuat banyak saat menghadapi pemain Jepang, Aya Ohori. Fitri takluk 11-21, 6-21.

Sementara di sektor ganda putra, pasangan senior, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final. Kemarin, Hendra/Ahsan mengalahkan ganda putra Jepang, Hiroki Okamura/Masayuki Onodera 21-17, 21-14.

Di perempat final, pasangan juara All England 2019 ini akan menghadapi ganda kuat asal Taiwan, Wang Chi-lin/Lee Yang yang merupakan juara bertahan. Di New Zealand Open tahun lalu, mereka jadi juara usai mengalahkan ganda Indonesia, Berry Angriawan/Hardianto di final.

Tahun ini, Wang Chi-lin/Lee Yang sudah meraih tiga gelar di India Open Super 500, Orleans Masters Super 100 dan Spain masters Super 300. Tentunya pertandingan nanti akan menjadi pertandingan berat bagi Hendra/Ahsan.

Namun, bila tampil dalam penampilan terbaik, dengan pengalaman dan ketenangan mereka, Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan 2, berpeluang mengalahkan Wang/Lee untuk lolos ke semifinal.

Di sektor ganda putra, PBSI memang tidak mengirimkan banyak pemain ke turnamen ini. Hanya tiga pasangan. Dua lainnya yakni pasangan muda, Sabar Karyaman/Frengky Wajiya yang langsung terpental di putaran pertama. Serta, Akbar Bintang Cahyono/Moh Reza Palevi Ishafani yang kemarin taklk dari ganda Malaysia, Ong Yew Sin/Teo EE Yi 13-21, 15-21.

Sementara di sektor ganda campuran, dua pasangan Indonesia yang diprioritaskan tampil di Olimpiade 2010, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Widjaja berhasil lolos ke perempat final. Keduanya lolos setelah mengalahkan pemain tuan rumah.

Hafiz/Gloria menang 21-12, 21-13 atas pasangan Mitchell Wheller/Hsuan Wendy Chen. Sementara Praveen/Melati mengalahkan pasangan Dhanny Old/Jasmin Man NG 21-12, 21-12. Bisa dibilang, keduanya memang belum mendapatkan lawan sepadan dalam perjalanan menuju ke perempat final.

Lalu, siapa lawan mereak di perempat final? Praveen/Melati yang menjadi unggulan 5, akan menghadapi ganda campuran Malaysia yang menjadi unggulan 3, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Sedangkan Hafiz/Gloria ditantang ganda campuran Hongkong, Chang Tak Ching/NG Wing Yung.

Praveen Jordan/Melati Daeva berpeluang ke final/Foto: Twitter Badminton Ina
Praveen Jordan/Melati Daeva berpeluang ke final/Foto: Twitter Badminton Ina

Menariknya, bila terus meraih kemenangan, dua pasangan ganda campuran ini akan bisa bertemu di babak final. 'Skenario' tersebut tentunya diidamkan oleh PBSI dan juga pecinta bulutangkis Indonesia. Pasalnya, dua pasangan ini masih memburu gelar pertama mereka di tahun 2019.

Sayangnya, tidak ada kabar bagus dari sektor ganda putri. Indonesia tidak memiliki wakil di babak perempat final. Salah satu andalan di ganda putri yang juga diproyeksikan bisa tampil di Olimpiade 2020, yakni pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, terhenti di putaran II. Della/Rizki takluk dari ganda putri Jepang peraih medali emas Olimpiade 2016, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 13-21, 11-21.

Sebelumnya, dua pasangan ganda putri Indonesia, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto dan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva malah langsung terhenti di putaran pertama. Hasil ini lebih buruk dari tahun lalu di mana Indonesia masih punya satu wakil di perempat final lewat Della/Rizki.

Bagaimana peluang pemain Indonesia di perempat final yang akan dimulai pukul 17.00 waktu setempat?

Sebagai penikmat bulutangkis, saya tentunya berharap pemain-pemain Indonesia bisa terus melaju hingga final, bahkan juara. Apalagi, ada beberapa pemain Indonesia yang di tahun ini belum meraih gelar

Bila harus menyebut nama, Ginting, Jojo, Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria, berpeluang besar untuk bisa "pecah telur" alias meraih gelar pertama turnamen BWF di tahun ini di Selandia Baru. 

Mumpung pemain-pemain top dunia di sektor tunggal putra dan ganda campuran tidak tampil, sekaranglah saat terbaik meraih gelar. Jangan sampai hasil pahit tahun lalu ketika Indonesia gagal meraih gelar meski memiliki dua wakil di final, terulang. Salam bulutangkis.