Hadi Santoso
Hadi Santoso menulis dan mengakrabi sepak bola

Menulis untuk berbagi kabar baik. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Mengapa Jonatan Christie Langsung Kalah di Japan Open 2018?

11 September 2018   22:20 Diperbarui: 11 September 2018   23:44 4898 23 13
Mengapa Jonatan Christie Langsung Kalah di Japan Open 2018?
Jonatan Christie, langsung tersingkir di Japan Open 2018/Foto: Wartakota Tribunnews

Putaran pertama (babak 32 besar) turnamen bulutangkis Japan Open 2018 yang dimulai Selasa (11/9/2018), langsung memunculkan kejutan menyesakkan bagi Indonesia untuk tidak menyebut kekhawatiran yang akhirnya menjadi kenyataan.

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie yang pada dua pekan lalu meraih medali emas bulutangkis nomor perorangan di Asian Games 2018, langsung tereliminasi. Jojo--panggilan Jonatan Christie---dikalahkan pemain India Prannoy H.S, dua game langsung, 18-21, 17-21.

Bagi sebagian orang, kekalahan Jonatan di babak awal Japan Open2018 ini sebuah kejutan tak terduga. Jojo yang tampil nyaris sempurna dari sisi fokus dan endurance di Asian Games 2018, justru tak berkutik di Japan Open 2018. 

Namun, bagi sebagian pecinta bulutangkis, kekalahan ini seperti kekhawatiran yang menjadi kenyataan bila merujuk pemain 20 tahun ini memang acapkali tampil tidak konsisten di turnamen BWF Tour.

Seperti yang telah saya ulas di tulisan di Kompasiana sebelumnya, Japan Open 2018 Dimulai, Ujian Konsistensi Jojo dan Rekan 

Japan Open 2018 akan menjadi ujian konsistensi bagi Jojo. Penampilan hebatnya di Asian Games 2018 diharapkan menjadi titik balik untuk 'sembuh' dari penyakit lamanya. Sebelumnya, Jojo memang kerapkali tampil labil di turnamen BWF World Tour. Faktanya, dia lebih sering hanya jadi pengembira di babak-babak awal.

Seperti di Indonesia Open 2018 yang digelar di Jakarta pada awal Juli lalu, Jojo langsung out di round 1. Pun, di Kejuaraan Dunia (World Championship) 2018 di Nanjing, Tiongkok pada awal Agustus lalu, Jojo juga langsung kalah di putaran pertama dari pemain Malaysia, Daren Liew.

Bahkan, di Japan Open tahun 2017 lalu, Jojo juga langsung out di round 1. Padahal, sepekan sebelumnya, Jojo tampil luar biasa di Korea Open 2017 dengan menembus final, meski akhirnya dikalahkan rekannya di pelatnas, Antony Sinisuka Ginting

Pertanyaannya, mengapa Jojo langsung kalah di babak awal Japan Open 2018 ?

Sedari tadi siang, saya cukup "kenyang" membaca komentar-komentar warganet alias netizen di kolom komentar akun media sosial yang menginformasikan perihal kekalahan Jojo di Japan Open 2018. Komentarnya ribuan.

Dan, dari ribuan komentar tersebut, isinya beragam. Ada yang menguatkan Jojo untuk segera move on dari kekalahan tersebut dengan menyebut "belum rezekinya". Ada yang datar berucap "bener kan kata gua, dia sulit tampil konsisten". Malah ada yang sadis mem-bully (nggak perlu ditulis seperti apa bully-an nya).

Jojo harus segera move on karena China Open 2018 sudah menunggu/Foto: Juara.net
Jojo harus segera move on karena China Open 2018 sudah menunggu/Foto: Juara.net
Yang harus ditekankan, Jojo pastinya sudah bermain maksimal. Siapa sih yang ingin kalah? Tetapi memang, menjadi menarik untuk diulik, "ada apa dengan Jojo" setelah dua pekan lalu menjadi juara Asian Games, lantas tereliminasi dini. Sebab, secara mental, pebulutangkis kelahiran Jakarta ini pastinya sangat termotivasi untuk kembali tampil bagus di turnamen BWF World Tour.

Jojo juga bukan tipikal orang jumawa yang overconfidence sehingga meremehkan lawan. Lha wong sesaat setelah juara, dia berkomentar kepada awak media bahwa setelah turun dari podium, dia bukan juara lagi tetapi memulai dari awal lagi. Membumi banget kan.

Imbas persiapan mepet 

Lalu apa penyebabnya?

Dalam wawancara dengan badmintonindonesia.org seusai pertandingan, Jonatan menyebut persiapan yang mepet menjadi salah satu penyebab. Usai juara Asian Games 2018 pada 28 Agustus lantas mengistirahatkan fisik dan pikiran, dia menyebut hanya punya waktu kurang lebih seminggu untuk bersiap tampil di Japan Open 2018.

"Soal persiapan yang agak mepet, ya sebenarnya pasti ada pengaruhnya, karena persiapan kami cuma seminggu. Ya ini dijadikan pelajaran saja, saya harus lebih mempersiapkan diri, pertandingannya kan banyak," ujar Jonatan dikutip dari (Japan Open 2018) Anthony Lolos, Jonatan Terhenti

Ya, dengan jadwal turnamen bulutangkis era kekinian yang super padat (dalam satu bulan bisa 2-3 turnamen sekaligus), Jojo memang harus bisa mengatur persiapan dengan matang. Bagaimana dengan persiapan mepet tetapi bisa meraih prestasi maksimal. Toh, dia bukan satu-satunya pemain "alumni" Asian Games yang tampil di Japan Open. Lawannya di final, Chou Tien-chen juga tampil dan berhasil lolos ke round 2 usai mengalahkan pemain tuan rumah, Kanta Tsuneyama.

Jonatan juga mengaku kurang beruntung ketika bermain di Jepang. Melawan Prannoy, dia sejatinya terus memimpin dalam perolehan poin di game pertama. 

Namun pada saat kedudukan sama kuat 14-14, Prannoy bangkit dan balik menguasai keadaan. Apalagi, di poin-poin krusial, Jojo menyebut membuang kesempatan. Ketidakmampuan menyelesaikan game pertama meski sempat unggul, rupanya berimbas pada penampilannya di game kedua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2