Humaniora

Prisip-prinsi yang Terkait dengan Perolehan Pengetahuan

15 November 2017   02:37 Diperbarui: 15 November 2017   04:02 79 0 0

Prinsi-prinsip yang terkait dengan perolehan pengetahuan

Wawasan terkini dalam perkembangan anak-anak menunjukkan bahwa, dalam prinsipnya semakin muda usia anak, mereka akan semakin siap untuk membangun dan memperoleh pengetahuan melalui proses aktif dan interktif. Seiring dengan bertambahnya usia anak, mereka akan semakin mampu untuk mengambil manfaat dari penerimaan pengajaran pasif. Prinsip perkembangan menunjukkan bahwa dalam prakteknya anak-anak pada masa prasekolah dan sekolah dasar membentuk dan menguasai pengetahuan dan pemahaman dengan baik jika mereka dapatkan sendiri, dari pengalaman yang mereka temui dalam keseharian atau aktivitas sehari-hari.

Pengalaman interaktif yang bisa digunakan untuk membentuk dan menguasai pengetahuan harus memiliki isi yang bermakna bagi anak-anak, mungkin dari sebagian mereka. Pada prinsipnya, isi interaksi harus terkait dengan hal-hal yang nyata atau minat potensial bagi anak-anak yang terlibat di dalamnya. Namun,em tidak semua anak memiliki minat yang sama, dan karena orang dewasa bisa dan membantu anak-anak mendapatkan minat baru, maka diperlukan beberapa pilihan yang dibuat oleh guru tentang konten yang paling layak mendapatkan perhatian. Semakin muda usia anak-anak, kurikulumpun harus lebih terintergrasi, sebaliknya saat usia anak dan pengalaman bertambah, kemapuan mereka untuk memperoleh manfaat dari studi berbasis pelajaran atau disiplin semakin bertambah.

Anak-anak tidak membedakan gagasan, pikiran, dan minat mereka ke dalam kategori seperti sains, bahasa, dan matematiak. Mereka juga lebih memungkinkan memperoleh pengetahuan dan pemahaman dengan mengikuti topik dimana konsep-konsep yang terkait dengan sains, lenguistik, matematika, dan disiplin ilmu lainnya bisa di terapkan. Keterampilan di tentukan seabagai tindakan kecil, berlainan, dan realita singkat yang mudah di amati atau diduga dari kebiasaa  perilaku. Pembawaan juga bisa di sebut kebiasaan pikiran yang relatif bertahan lama, atau cara khas merespon pada pengalaman dan senua jenis situasi.

Contonya rasa ingin tahu bisa di jelaskan dengan lebih baik sebagai pembawaan atau kebiasaan pikiran. Tidak sama dengan satu jenis pengetahuan atau keterampilan, pembawaan bukanlah keadaan akhir yang harus di kuasai satu kali dan seterusnya. Pembawaan adalah kecenderungn atau pola konsisten perilaku, dan pemilikannya ditentukan hany dengan perwujutan yang terus berulang dalam konteks yang sesuai. Beberapa watak paling penting yang dimasukkan dalam tujuan pendidikan sifatnya bawaan lahir. Semua anak dilahirkan dengan pembawaan untuk belajar, mengamati, menyelidiki, memahami, bermain, mencari pengalaman, dan mengembangkan kasih sayang dari orang lain harus di akui, semu pembawaan ini bisa lebih kuat pada diri beberapa anak dari pada anak lainnya.