Gaya Hidup

Membangun Karakter Generasi Muda Melalui Pendidikan

18 Mei 2017   13:49 Diperbarui: 18 Mei 2017   14:11 93 0 0

Karakter generasi yang merosot dan terlibas perubahan meresahkan semua kalangan.Khususnya pemerintah, orang tua dan guru, mendengar dan menyaksikan perubahan prilaku negatif yang terjadi pada generasi muda membuat keprihatinaan yang mendalam. Yang sering kita lihat atau dengar banyaknya kasus kriminalitas dengan beragam motif yang melibatkan generasi muda dan pelajar telah mencoreng nama baik sekolah. Aksi yang dilakukan generasi muda seperti terjadinya tauraan antar pelajar, pencurian, penganiayaan, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, teror mental dan khasus lain yang membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Fakta yang terjadii terhadap aksi yang dilakukan generasi muda yang membahayakan orang lain di atas menjadii simpulan massal yang menggenang di hati masing-masing. Karakter generasi muda dicap jelek dan buruk. Dengan melihat kejadian yang disebabkan oleh generasi muda , masyarakat menganggap bahwa dunia pendidikan telah gagal menunaikan tugasnya. Menyikapi hal ini, para guru dan pemerintah sepakat, menerapkan moral yang sedemikian akut dan dunia pendidikan yang dinilai semakin terpuruk perlu dibenahi.

Pendidikan berintegritas merupakan pendidikan yang dijalani dengan mengedepankan mutu, sifat atau keadaan yang menunjukan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran (Depdiknas, 2005:437). Pendidikan yang berintegritas, yang berprestasi dan bertujuan merupakan dambaan semua orang. Namun kita lihat, kondisii yang didambakan tersebut terkontaminasi oleh faktor-faktor yang negative membuat terhambatnya cita-cita dan tujuan yang diinginkan untuk menyelenggarakan pendidikan nasional. 

Berdasarkan data empiris hasil Ujian Nasional (UN) tahun lalu, terdapat empat kelompok sekolah, yakni sekolah: (1) berintegritas tinggi dengan prestasi tinggi, (2) berintegritas tinggi dengan prestasi rendah, (3) berintegritas rendah dengan prentasi tinggi, (4) berintegritas rendah dengan prestasi rendah. Fakta bahwa hasil ujian (UN) sekolah-sekolah tahun lalu merupakan salah satu indikator perwujudan karakter, yakni kejujuran. Dalam membangun karakter generasi muda, guru adalah pembimbing spiritual dan moral peserta didik , yang menginfestasikan sebagian besar waktunya untuk tugas-tugas sekolah dalam dinamika yang lebih hidup dan penuh elan vital (Koesoema A, 2011:21). Selain mentrasfer ilmu, guru juga menanamkan nilai kepada peserta didik agar setelah keluar didunia pendidikan khususnya sekolah, anak tersebut mempunyai tata karma dan sopan santun kepada orang lain. Dalam membangun karakter generasi muda apa yang dilakukan oleh guru seiring sejalan dengan apa yang diterapkannya tidak menyimpang dari nilai-nilai moral. Untuk membangun karakter generasi muda tidak hanya guru yang berperan untuk mendidik tetapi peran keluarga juga dihidupkan. Dimaksudkan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas demi kemajuan bangsa .