Mohon tunggu...
Gustia Prayoga
Gustia Prayoga Mohon Tunggu... Mahasiswa

KKN DR 62 UIN SU

Selanjutnya

Tutup

Media

Radio sebagai Media Dakwah

11 Agustus 2020   18:14 Diperbarui: 11 Agustus 2020   18:12 36 0 0 Mohon Tunggu...

Secara etimologis perkataan dakwah berasal dari bahasa Arab yang berarti : Seruan -- ajakan -- panggilan. Sedangkan orang yang melakukan seruan atau ajakan tersebut dikenal dengan panggilan da'i yaitu orang yang menyeru. Tetpi mengingat bahwa proses memanggil atau menyeru tersebut juga merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) atas pesan-pesan tertentu, maka dikenal pula istilah mubaligh yaitu orangyang berfungsi sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan (message) kepada pihak komunikan.

Dakwah melalui radio adalah kerja tim produksi bersama narasumber dan penyiar mengkonstruksi suatu realitas sebagai pesan dakwah melaui format musik, format informasi dan format khusus atau format ragam (variety format) menerapkan ke tiga format tersebut.

Cara dakwah melalui radio dikelompokkan pada kajian Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebagaimana yang ditulis oleh Amrullah Ahmad.  Sedangkan M. Ali Aziz menganalogikan kajian dakwah dalam teori sistem dakwah. Sub-sistemnya terdiri dari pendakwah yang diumpamakan sebagai kepala, pesan dakwah sebagai dada, metode dakwah sebagai tangan, perut sebagai mitradakwah, dan media sebagai kaki. Aziz juga berpendapat bahwa metode dakwah lebih penting daripada materi dakwah.

Secara etimologis pengertian dakwah dan tabligh itu merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) pesan-pesan orang lain memenuhi ajakan tersebut. Menurut Prof. Thoha Yahya Omar MA, ilmu dakwah secara umum adalah suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan, bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideologi -- pendapat -- pekerjaan tertentu. Sedangkan dakwah menurut islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.

Tim produksi radio menerapkan metode komunikasi sebagai strategi wacana. Metode komunikasi menyiapkan roda jam siar per-menit acara (run down) acara siaran langsung, menyiapkan jingle, bumpher, adlib, psot iklan, lagu, promosi insert al-Qur'an dan al-hadith. Kemahiran tim produksi ini mampu menerapkan strategi priming. Pembawa acara mampu menyaiapkan kata-kata lead sebagai pengarah dan tease sebagai penggugah. Narasumber mampu menyesuaikan diri, berkomunikasi satu arah (monolog) tanpa umpan balik atau feadback kepada pendengar atau      mampu berkomunikasi dua arah(dialog) yang ada umpan balik daripendengar. Narasumber dan penyiaran mampu berbahasa rakyat sebagai pengguna strategi signing. Pemilihan dan pengaturan tersebut disebut strategi wacana oleh Alex Sobur.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x