Mohon tunggu...
Gus Noy
Gus Noy Mohon Tunggu... Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim sejak 2009, asalnya Kampung Sri Pemandang Atas, Sungailiat, Bangka, Babel, dan belasan tahun tinggal di Yogyakarta (Pengok/Langensari, dan Babarsari).

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Sayang Bukan Pertemuan Kita

13 Juli 2019   23:26 Diperbarui: 13 Juli 2019   23:58 0 2 0 Mohon Tunggu...

Sayang,
Kemarin-kemarin bising
Orang-orang menyambung omong kosong
Soal pertemuan jawara satu dan jawara dua
Setelah pertarungan kanuragan sengit dua jilid
Jurus-jurus ilmu pamungkas terjerumus kontainer

Sayang,
Omong kosong satu kontainer ditumpuk kontainer lainnya
Tumpukan kontainer masuk satu gerbong
Tumpukan lainnya di gerbong berikutnya

Sayang,
Omong kosong satu gerbong demi satu gerbong
Berbondong-bondong dari stasiun ke stasiun
Mengambil gerbong-gerbong omong kosong berikutnya
Berderit di atas rel memutar-mutar melingkar-lingkar
Melilit-lilit satu gerbong dengan gerbong lainnya

Sayang,
Tadi pagi kembali bising
Omong kosong sekitar stasiun lebak bulus
Apakah kebak bulus ataukah karena tulus  
Jawara satu dan jawara dua dalam satu gerbong

Sayang,
Tadi siang lalu sampai entah nanti
Bising mencumbu bising
Omong kosong mencipok omong kosong
Dalam kontainer entah dalam gerbong
Bersambutan di stasiun satu ke stasiun selanjutnya

Sayang,
Malam Minggu ini tiada bising selain sunyi
Karena rinduku tertinggal di terminal bemo
Rindumu tertinggal di terminal taksi
Bandara terlalu berat menarik tarif bagasi

Sayang,
Biarlah pertemuan mereka bukan pertemuan kita
Sebab cinta tidak perlu ditarungkan
Sebab cinta adalah jawara tiada tara

*******
Kupang, 13 Juli 2019  

KONTEN MENARIK LAINNYA
x