Gus Noy
Gus Noy Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim, tapi bukan siapa-siapa sejak menjadi "Taruna" (29 Maret 2018). Menulis sekadarnya saja untuk bersuka ria. Tidak mencari uang di Kompasiana (K-rewards), meski kondisi ekonominya masih tergolong melarat amat-sangat.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dalam Sayap Perkutut Liar dan Serangga Malam

16 April 2018   22:34 Diperbarui: 16 April 2018   23:18 611 0 0
Dalam Sayap Perkutut Liar dan Serangga Malam
(liesbethsteur.com)

Kalau perkutut liar terlebih dulu sampai
Serangga malam pun kini menyusulnya

Selamat datang, kamu yang jauh
Suaramu melintasi kilometer-kilometer
Hanya untuk menyeretku kembali ke
Kebun karya bercocok tanam mimpi
Di lantai papan panggung renung

Mimpi melambung-lambung dikepak
Sayap burung dan serangga
Waktu mematuk-matuk senjang saujana
Ruang membongkar tembok-temboknya

Mimpiku mimpi tentang tanah perjanjian
Tiada para perampas dan pemeras berlagak tuan
Tiada para pemalas semena-mena memalak tanda

Mimpiku mimpi tentang tanah perjanjian
Perkutut bebas singgah memilih serpihan matahari
Serangga malam bebas menyisiri sinar rembulan

Mungkin beginilah caramu mencampakkan jarak
Menjumpa aku untuk menjamu jemu aksara

*******
Panggung Renung -- Balikpapan, 16 April 2018