Gus Noy
Gus Noy Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim, tapi bukan siapa-siapa sejak menjadi "Taruna" (29 Maret 2018). Menulis sekadarnya saja untuk bersuka ria. Tidak mencari uang di Kompasiana (K-rewards), meski kondisi ekonominya masih tergolong melarat amat-sangat.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Belum Juga Tamat Belajar Puisi

14 Maret 2018   01:46 Diperbarui: 14 Maret 2018   01:57 311 3 0

Aku masih suntuk menyusun satu per satu
Kelopak aksara lompat sana lompat sini
Geser rebah tiarap merangkak
Berjalan lari lompat sana lompat sini
Meradang lantang menantang
Seperti binatang jalang

Aku terpaksa mengejar satu per satu
Kelopak aksara bergerak ke segala arah
Demi seutuh kuntum bunga
Agar bisa kuunjuk jadi puisi

Aku terus saja suntuk menyusun
Tiada rumus matematika fisika kimia
Tiada rumus relativitas aneka kuantum
Semakin botak kelopak kepalaku

Para penyair sudah dari tahunan silam
Keluar taman berwisata ke pusat jual-beli
Memborong iklan semakin kekinian
Ngopi dan tertawa di kafe-kafe
Membaca puisi di menara-menara
Bermandi riang di guyuran rupiah

Aku bermandi gelinjang gairah aksara
Belum juga jadi sekuntum bunga
Entah berapa tahun lagi

*******
Panggung Renung -- Balikpapan, 13 Maret 2018