Gus Noy
Gus Noy Penganggur

Bukan siapa-siapa sejak 29 Maret 2018, dan baru belajar menulis cerpen. Lumayan jadi satu cerpen berjudul "Eh, Ternyata Demun Juga Menulis Puisi" (https://www.kompasiana.com/gusnoy/5ac0e5c3ab12ae525714f2c2/eh-ternyata-demun-juga-menulis-puisi)

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Seorang Budak Bangka Belajar Pantun (5)

14 November 2017   22:23 Diperbarui: 14 November 2017   22:27 418 0 5

Mualaf baru tiba dituntun raja
di atas permadani tanpa alas kaki
Maafkan hamba berpantun saja
demi hindarkan diri dari memaki

Orang Alas Roban pergi memancing
mendapat ikan kemudian pulang
Malas berkorban dengkinya meruncing
mengumbar makian berulang-ulang

Kepiting soka masuk ke panci
mengundang peselera beranjangsana
Kemarin suka besoknya benci
memanglah rasa tak tetap suasana

Tenang selat ombak mendesah
desah nan penat usai berenang
Senang saat orang lain susah
susah saat orang lain senang

Ikan teri sukar didapat
jaring disimpan di bawah peti
Jika iri berkali lipat
janganlah sampai dibawa mati

Mata si Rika dihadang lampu
merinding dia sedang menyeterika
Katanya sirik tanda tak mampu
mendingan belajar bersama Rika

Hujan turun tiada berhenti
pakaian kuyup badan kedinginan
Ujian terus ada sampai mati
apalah hidup tanpa keinginan

*******