Mohon tunggu...
Syabar Suwardiman
Syabar Suwardiman Mohon Tunggu... Guru - Bekerjalah dengan sepenuh hatimu

Saya Guru di BBS, lulusan Antrop UNPAD tinggal di Bogor. Mari berbagi pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Odading Ironman dan Masyarakat Sunda yang Gemar Bercanda

23 September 2020   03:05 Diperbarui: 23 September 2020   03:06 655
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Odading (aksikata.com)

Kemudian beredar berbagai versi, ada yang dibuat lagu, ada yang dibuat puisi. Jagat perodadingan menjadi  topik yang naik daun di twitter.

Masyarakat Sunda memang dikenal suka bercanda (heureuy).  Tidak heran banyak yang terjun menjadi pelawak.  Sebut saja yang sudah menasional, ada Kang Ibing, Kang Us us, dan sekarang tentu saja Sule. Mereka lahir dari lingkungan budaya yang suka bercanda. Waktu penulis kuliah di Bandung rasanya hampir tiap saat ada saja candaan, baik berupa tebak-tebakan atau pun candaan lain. 

Oh ya Padhyangan Project yang merupakan gabungan mahasiswa UNPAD dan UNPAR adalah bukti bagaimana budaya heureuy (candaan) di Masyarakat Sunda (Bandung) dikelola menjadi sesuatu yang menarik, misalnya lagu-lagu yang diparodikan. Generasi berikutnya dari Padhyangan Project adalah Project Pop dengan personilnya antara lain Yosi dan Tika Panggabean.

Lepas dari semua itu kita kembali lagi ke topik tulisan mengenai viralnya video odading ini.  Mengapa sebuah konten video bisa viral?  Menurut Sosiolog Univertas Indonesia Imam Prasodjo masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang unik.

Salah satu keunikannya, dalam situasi apapun kita bangsa yang suka canda, suka tawa, suka hiburan.  Video-video kreatif akan mudah diterima masyarakat (viral) jika menerapkan tiga hal:

pertama, pesan disampaikan dengan cara sederhana melalui ilustrasi cerita agar mudah dicerna,

kedua, penyampaian pesan mengandung unsur komedi. Sehingga orang akan senang untuk menyimak pesan tersebut berulang-ulang,

ketiga, pesan yang disampaikan menggunakan bahasa lokal yang dekat dengan masyarakat daerah tertentu.

Itulah mengapa video odading menjadi viral.  Terlepas apakah anda tidak akan membelinya karena merasa bahasa yang digunakan kasar, atau kita menganggap sebagai hiburan semata di tengah berita-berita tentang semakin masifnya berita pandemi.  Pilihan berada di tangan anda.  Akhirnya saya akhiri tulisan ini dengan kata-kata dari Ade Londok yang ada di video viral itu: ikan hiu makan tomat, ya sudah tamat.

Sumber Bacaan Penunjang:

Odading Mang Oleh Viral Begini Sejarah Penamaannya. 17 September 2020. 22 September 2020  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun