Mohon tunggu...
Gurgur Manurung
Gurgur Manurung Mohon Tunggu... Konsultan - Lahir di Desa Nalela, sekolah di Toba, kuliah di Bumi Lancang Kuning, Bogor dan Jakarta

Petualangan hidup yang penuh kehangatan

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Api Roh Pendidikan dan Kesiapan Test Potensi Skolastik (TPS) dari Toba

29 September 2022   17:34 Diperbarui: 29 September 2022   18:23 279 10 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber :  FB Rikardo Hutajulu 

Pasca belajar daring karena pandemic Covid-19  Menteri  Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  (Mendikbudristek)   mengambil  2 keputusan penting yaitu   Kurikulum Merdeka dan  ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)  dengan cara Test Potensi Skolastik (TPS).  Terkesan keputusan itu diambil tanpa mendengar   arus bawah  seperti guru dan kajian Perguruan Tinggi kita  khususnya eks Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).  Keputusan penting  sejatinya  harus  melibatkan semua komponen yang terkait pendidikan  seperti model yang sukses dari berbagai daerah. Langkah apa yang sesungguhnya dilakukan untuk membangun kualitas pendidikan kita?

Dari semua  Dinas Pendidikan (Disdik)  yang saya amati, salah satu pemimpin  terbaik di daerah dalam tata kelola pendidikan adalah  model  yang diterapkan Rikardo Hutajulu, S. Pd., M.Pd di Kabupaten Toba.   Rikardo Hutajulu adalah  sarjana  matematika dan magister  ilmu pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed).   Ketika Rikardo Hutajulu  menjadi Kepala Dinas Pendidikan Samosir  hal yang pertama dilakukan adalah melatih  (up grade) guru secara kontinu untuk mengubah paradigma cara mengajar dan  meningkatkan kompetensi guru.

Rikardo Hutajulu berpendapat  bahwa lebih baik   guru  tidak mengajar sementara jika  mengikut pelatihan. Argumentasinya adalah  siswa berprestasi  bukan soal lamanya belajar tetapi siapa yang mengajar.  Diksi siapa atau  kapabilitas guru yang mengajar  menjadi kunci  prestasi siswa.  Selama apapun guru mengajar jika tidak memiliki kompetensi maka  siswa yang dihasilkan tidak akan menghasilkan prestasi. Kalaupun siswa itu  berprestasi mungkin mendapatkan pembelajaran dari luar sekolah.

Sekolah kita bukan mesin produksi ijazah tetapi sekolah harus menghasilkan siswa yang berprestasi dari guru yang  konsisten  belajar dan mengajar tanpa melihat ruang dan waktu. Seorang guru kapan saja dan dimana saja harus belajar dan mengajar. Itulah keistimewaan guru, katanya berulangkali.  Seorang guru memiliki roh pendidikan yang selalu menyalanyala untuk belajar dan mengajar.  Jika seorang guru tanpa roh pendidikan, tidak ada perubahan bermakna bagi banyak orang. Seorang pendidik  tanpa roh pendidikan   maka dia hanyalah seorang profesi biasa  saja.

Ketika Rikardo Hutajulu menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir (Kadisdik),  program andalannya adalah bekerjasama dengan berbagai lembaga yang dapat menggalakkan roh pendidikan dengan  substansi  pelajaran.  Guru yang selama ini  mengajar hanya karena tugas dirubahnya agar   roh pendidikan menyalanyala  dengan kompetensi guru yang dimulai dari konsep dasar pendidikan dan konsep dasar mata pelajaran.

Selama ini banyak guru mengajar siswa  dengan cara menghafal.  Menghafal tanpa memahami tidaklah cukup untuk menghasilkan siswa yang kreatif.  Konsep ini harus diubah  dengan cara siswa memahami konsep dasar  materi pelajaran yang diajarkan.  Tidak mungkin guru yang tidak memahami materi pelajaran secara  utuh memulai dari konsep dasar. Jika guru mengajar dengan konsep materi pelajaran yang diberikan maka sesulit apapun soal pasti bisa diselesaikan  siswa dengan kemampuan kognitif, nalar dan inovasi siswa itu sendiri.

Sekitar tahun 2017  siswa di Samosir  cukup sulit masuk Sekolah Mengengah Atas Unggul  di Del dan Yasop.  SMA Unggul Del didirikan oleh Luhut Binsar Panjaitan dan Yasop didirikan oleh TB Silalahi.  Siswa dari Samosir kesulitan masuk ke kedua sekolah itu karena kalah bersaing dengan  sekolah sekolah terbaik dari seluruh Indonesia seperti Jakarta,  Bandung,  Medan, Siantar  dan kota lainya dari seluruh Indonesia.  Sejak  tahun 2017 ketika  Rikardo Hutajulu  menjadi Kadisdik Samosir anak-anak Samosir terbanyak masuk ke kedua sekolah itu dari kawasan Danau Toba. Anak-anak Samosir tidak hanya  mampu bersaing masuk sekolah unggulan  tetapi ketika masuk sekolah unggulan, anak-anak Samosir menjadi tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari sekolah unggulan itu dan mendapat medali di tingkat nasional. Hal itu bermakna bahwa pondasi pendidikan dasar yang baik menjadi modal kompetensi di sekolah unggul hingga anak-anak Samosir masuk Perguruan Tinggi  Negeri (PTN) seperti Kedokteran  UI, masuk ITB, ITS dan PTN Unggulan lain.

Dua keputusan Nadim Makarim yaitu kurikulum merdeka dan  test Skolastik   untuk masuk PTN akan mudah bagi guru yang sudah di up grade selama ini.  Kurikulum Merdeka  yang fokusnya kepada minat siswa  akan tercapai jika guru yang mengajar memiliki roh pendidikan.  Guru yang memiliki roh pendidikan selalu menggunakan hatinya untuk mengamati potensi siswa.  Sulit bagi guru yang  mengajar adalah kewajiban untuk mengamati potensi setiap  siswa apalagi melakukan fasilitasi  bagi setiap siswa yang memiliki minat beragam. Melihat potensi siswa melelahkan bagi guru yang  bekerja hanya sebagai kewajiban saja.

Test Potensi Skolastik yang  meliputi   kognitif, nalar matematika, kompetensi literasi bahasa Indonesia dan  literasi bahasa Inggris tidaklah sulit jika siswa dididik oleh guru yang memiliki roh pendidikan.  Guru yang memiliki roh pendidikan  dipastikan belajar dan mengajar  tanpa melihat ruang dan waktu.  Guru yang memiliki roh pendidikan akan  memahami kebutuhan siswanya masing-masing.  Guru yang memilik roh pendidikan  akan mengisi kekurangan setiap siswanya.

Sumber : FB Rikardo Hutajulu 
Sumber : FB Rikardo Hutajulu 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan