Mohon tunggu...
Gurgur Manurung
Gurgur Manurung Mohon Tunggu... Konsultan - Lahir di Desa Nalela, sekolah di Toba, kuliah di Bumi Lancang Kuning, Bogor dan Jakarta

Petualangan hidup yang penuh kehangatan

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari Pilihan

Kontribusi Indonesia Menyelamatkan Ekonomi Global dan Bumi dengan Investasi Hijau

22 Juli 2022   13:03 Diperbarui: 22 Juli 2022   13:06 181 22 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber : Kompas.com 

Indonesia menjadi  Presidensi G20  tahun 2022  patut kita sambut dengan suka cita dan riang  gembira.  Sebab  organisasi G20  untuk  memiliki peran strategis  untuk menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global  (global  warming) .  G20  terdiri dari 60 % populasi dunia,  75 % perdagangan dunia dan  80 % PDB Dunia.  Isu yang paling menarik  yang digaungkan   G20 adalah tentang cara menyiasati  perubahan iklim dari sumber persoalan  dengan  strategi  yang disebut  investasi hijau.  Bagaimana dampak  investasi  hijau untuk menyelamatkan bumi dan apa keuntungan  Indonesia dengan konsep investasi hijau?

G20  berdiri tahun  1999  yang bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi global yang kuat yang berkelanjutan, seimbang dan inklusif.  Ekonomi inklusif   adalah pembangunan  ekonomi yang  menciptakan akses dan kesempatan  yang luas bagi  seluruh lapisan  masyarakat secara berkeadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi kesenjangan  antara kelompok dan wilayah.  Dalam konteks inilah Indonesia sebagai Presidensi G20  tahun 2022  memiliki posisi  strategis  untuk mengubah  paradigma  pembangunan  agar mengutamakan bumi dan keadilan dunia.   Indonesia  sebagai Presidensi G20  merupakan  momentum bagi bangsa  Indonesia   untuk berkontribusi mengubah  paradigma  perekonomian dunia.

G20  mengarusutamakan keadilan ekonomi  dan  peduli akan masa depan bumi dan memberikan dukungan kesepakatan atau Perjanjian  Paris  yang isinya  menghentikan  suhu pemanasan  bumi tidak lebih dari  2 derajat celcius  sesuai dengan dasar negara kita Pancasila.  Kesepakatan-kesepakatan G20  tentang keadilan ekonomi dan kebersamaan  gagasan untuk  pemulihan ekonomi global dengan   menjaga kelestarian  bumi sesuai dengan semangat Indonesia  yaitu gotong royong.   G20 adalah lembaga tingkat tinggi dunia yang menyadari bahwa kita hidup di bumi yang sama  dan menyelamatkan bumi  dengan konsep yang sama yaitu pembangunan berkelanjutan (sustainable development).  Semangat ini  sesuai dengan yang termaktub dalam UUD 1945.

Apa keuntungan dan kerugian Indonesia dalam investasi hijau dan tantangan apa  yang dihadapi bangsa Indonesia  dalam investasi hijau?  Ketiga pertanyaan ini menjadi kunci  bagi Indonesia agar dapat memberikan kontribusi  terbaiknya  untuk  pertumbuhan ekonomi yang baik dan lingkungan tetap terjaga  agar  bangsa ini sejahtera dan berkontribusi bagi dunia  dalam  menyelamatkan bumi  yang diameter dan luasnya tidak pernah berubah.  Konsep dasar bahwa diameter dan luas bumi  tidak pernah berubah  di satu sisi dan sisi lain pertumbuhan penduduk dan konsumsi kebutuhan  umat manusia terus meningkat.  

 Diameter dan luas bumi yang konstan dan  pertumbuhan  penduduk dan kebutuhan konsumsi  manusia terus meningkat  menjadikan  bumi dieksploitasi. Persoalan inilah cikal bakal munculnya investasi hijau. Investasi hijau menjadi konsep  bagaimana memikirkan masa depan bumi jauh kedepan agar terus terjaga dan lestari.  Bagaimana  agar tata kelola Sumber Daya Alam (SDA)  dan  mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)  dengan baik maka  kita mencari secara terus menerus agar ekonomi terus bertumbuh untuk kebutuhan umat manusia dan alam terus terjaga. 

Konsep Investasi Hijau

Bagaimana alam mampu memulihkan dirinya tanpa terluka untuk kebutuhan umat manusia. Konsep investasi hijau itu adalah pembangunan   yang menjaga hubungan abiotik, biotik dan sosial terjaga dengan baik.  Bagaimana  cara menjaga hubungan abiotic, biotik dan sosial terjaga maka  Indonesia  dipandu oleh Undang-Undang  (UU) Nomor 32 tahun 2009  tentang Perlindungan  Pengelolan Lingkungan Hidup (PPLH).   Setiap warga negara Indonesia dan asing  yang akan mengelola  SDA di Indonesia harus taat kepada regulasi itu.  UU Nomor 32  dan turunannya diharapkan mampu  mengendalikan semua orang bekerja akan lingkungan lestari.

Investasi dikatakan berkelanjutan jika   seluruh proses investasi  yang mempertimbangkan  aspek-aspek  lingkungan (biotok dan abiotik) , sosial dan  tata kelola yang total  mempertimbangkan dampak negative terhadap lingkungan.   Environment, Social,  dan Governance  (ESG)  harus terjaga  keberlanjutananya  agar perekonomian dan kehidupan  berjalan degan baik di planet bumi ini.  Investasi  hijau cirinya adalah  kegiatan yang tidak merugikan manusia  di sekitar proyek dan alam  (do no harm).

Ciri-ciri agar berivestasi sehat  adalah :  Pertama,  kita tidak boleh berivestasi  di perusahaan yang  merugikan lingkungan  dan masyarakat.  Kita  dapat berivestasi jika   perusahaan itu  mempertimbangkan  dampak lingkungan dan disenangi masyarakat sekitar karena berfaedah bagi mereka.  Kedua,  memilih investasi   yang nilai ESG- nya baik. 

Perusahaan ramah lingkungan dinilai dari  aspek lingkungan adalah  emisi karbon,  konservasi atau efisiensi energi,  kepedulian kepada alam  seperti keanekaragaman hayati (biodiversity),  penggunaan air,  pengelolaan sampah dan polusi dan lain sebagainya.  Aspek  sosial  yaitu upah  dan hak-hak buruh,  tidak mempekerjakan anak dibawah umur,  keterlibatan masyarakat lokal dan lain sebagainya. Aspek  tata kelola perusahaan  adalah keterbukaan informasi yang menjadi milik publik seperti pengelolaan limbah dan informasi yang menjadi  hak publik mudah diakses.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan