Mohon tunggu...
guntursamra
guntursamra Mohon Tunggu... Abdi Masyarakat

Lahir di Bulukumba Sulawesi Selatan. Isteri : Samra. Anak : Fuad, Afifah

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Sungguh

23 April 2019   22:22 Diperbarui: 23 April 2019   22:24 0 12 5 Mohon Tunggu...
Puisi | Sungguh
ilustrasi pribadi

Sungguh, terkadang aku nyaris kehilangan kata tuk mewakili ucapanku melihatnya. Pun di lain waktu, aku cuma punya iba yang berkuasa dan melengserkan seluruh rasa yang ada di benakku mendengarnya. Bukan sebab iri merajai hati lalu senangku lenyap seketika, atau karena dengki gerogoti jiwa kemudian riangku hilang sekejap. Namun lebih dari itu, nalarku tak mampu kuajak kompromi tatkala senyum kemenangan yang nyaris seperti tawa kulihat hadir di bibirnya. 

Ya, senyum dan tawa itu seakan pengganti kegembiraannya. Padahal, mereka lupa atau pura-pura lupa, kursi yang mereka peroleh hari ini adalah simbol mewakili suara kami. Satu saja dari kami tak hidup layak, satu saja dari kami kelaparan, satu saja dari kami menderita, lalu tak mereka hiraukan, maka pasti mereka akan dimintai tanggung jawab dunia akhirat.

Sungguh, aku sedih melihatmu..

Sinjai, 23 April 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x