Mohon tunggu...
Guntur Putra Ramadhan
Guntur Putra Ramadhan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi olahraga

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Ketahanan Pangan Pasca Pandemi

2 Juni 2023   14:10 Diperbarui: 2 Juni 2023   14:15 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Birokrasi. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Di era pandemi Covid-19 ini, disrupsi yang dihadapi petani kian kencang menyebabkan rantai pasok pangan mengalami gangguan yang serius. Ironinya, beberapa harga komoditas pertanian justru mengalami penurunan karena turunnya permintaan.

Berkurangnya kegiatan masyarakat menyebabkan permintaan terhadap bahan pangan juga menurun. Banyak sekali sektor kuliner yang tidak menjalankan bisnisnya sehingga permintaan terhadap komoditas pertanian justru turun drastis.

Penurunan komoditas pertanian tentu berdampak buruk bagi kesejahteraan petani. Ketika produksi pertanian terus berjalan, sedangkan permintaan di pasar turun, akan terjadi over supply sehingga harga komoditas akan anjlok. Anjloknya harga tersebut akan membuat para petani mengurangi produksinya karena merugi. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka di kemudian hari ketika pandemi mencapai titik akhir akan terjadi kelangkaan bahan pangan karena petani yang terus mengurangi produksinya.

Anjloknya harga komoditas pangan sudah terjadi di beberapa daerah seperti di Provinsi Jawa Tengah. Jawa Tengah yang memiliki potensi di bidang pertanian ikut terdampak dengan adanya wabah Covid-19 ini. Beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan antara lain cabai, sayuran dan juga buah-buahan.

Berbagai Faktor

Untuk cabai sendiri penurunannya sudah mulai terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Jika dilihat dalam seminggu terakhir, komoditas cabai masih cenderung mengalami penurunan terutama untuk cabai rawit hijau dan cabai merah besar.

Komoditas pangan turun karena PSBB menyebabkan distribusi komoditas pangan terhambat sehingga banyak komoditas rusak dan harganya jatuh. Selain itu, menurunnya daya beli masyarakat akibat merebaknya PHK juga menyumbang penurunan daya serap produk pertanian.

Selain itu, pada masa pandemi ini  banyak pengusaha yang tidak bisa menjalankan bisnisnya. Berkurangnya aktivitas masyarakat seperti hajatan, perkumpulan, dan kegiatan lain  yang biasanya membutuhkan konsumsi besar saat ini tidak ada lagi sehingga permintaan terhadap bahan pangan menurun. Bahkan  banyak usaha kuliner yang tutup sehingga terjadi over supply ketika panen raya.

Lalu, bagaimanakah kesiapan petani dalam upaya ketahanan pangan pasca pandemi covid-19?

Kita harus optimis bahwa para petani mampu untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi negeri ini. Petani Indonesia adalah petani yang bersahaja karena mereka akan terus menjalankan kegiatan pertaniannya meskipun belum tahu kepastian harga komoditas ketika panen nanti. Petani adalah pahlawan pangan bagi bangsa ini yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Kesiapan para petani perlu didukung dengan berbagai kebijakan.

... harus optimis bahwa para petani mampu untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi negeri ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun