Mohon tunggu...
Gun Gun Malisuwarna Gumelar
Gun Gun Malisuwarna Gumelar Mohon Tunggu... Guru - SD Negeri 1 Rajamandalakulon - Bandung Barat

Good education produces a noble civilization

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Nilai dan Peran Guru Penggerak, Strategi Penguatan dan Kaitannya dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

16 November 2021   12:49 Diperbarui: 16 November 2021   13:13 2742
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Peran dari seorang Guru Penggerak tidak akan berjalan dengan baik apabila dalam implementasinya tidak mengacu pada substansi sebuah nilai. Nilai dan peran merupakan satu kesatuan yang selaras dan saling melengkapi satu sama lain. Eksistensi peran Guru Penggerak ada karena nilai-nilai yang menopangnya. 

Peran Guru Penggerak sebagai Pemimpin Pembelajaran, penggerak komunitas praktisi, coach bagi guru lainnya, pendorong kolaborasi antar guru dan yang mewujudkan kepemimpinan pada murid dalam pengaplikasiannya ditunjang dengan adanya kerja sama di antara berbagai pihak karena dengan adanya kolaborasi akan tercipta hasil pekerjaan yang cepat namun tertata dan dapat dipertanggung jawabkan serta yang paling utama dengan adanya kolaborasi tercipta iklim positif dalam sebuah ekosistem pendidikan. 

Selain itu adanya tindakan reflektif di akhir kegiatan akan membantu dan mengarahkan peran Guru Penggerak dalam menilai keseluruhan kegiatan apakah dalam proses kegiatan ada temuan-temuan yang sifatnya fundamental untuk selanjutnya dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan-perbaikan. 

Selanjutnya dalam menjalankan perannya, Guru Penggerak harus luwes dalam berperilaku dan berpikir. Luwes dalam konteks selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang sedang dan akan dihadapinya. 

Dari keluwesan ini Guru Penggerak dituntut memiliki ide ataupun gagasan-gagasan baru yang membangun dan tepat guna, namun dalam pelaksanaannya tidak anti kritik terhadap tanggapan pihak-pihak lain. 

Karena bagi Guru Penggerak pihak-pihak lain itu adalah rekan sekaligus relasi bukan pesaing atau kompetitor. Kemandirian dalam berpikir dan bersikap pun akan menyokong Guru Penggerak dalam melakukan perannya, karena kemandirian akan menjadikan sosok Guru Penggerak yang dapat menentukan arah perannya itu sendiri, kreatif dan inisiatif tanpa menunggu adanya peran dorongan pihak lain. 

Kemudian Guru Penggerak akan senantiasa mementingkan kebutuhan lahir maupun batin murid-muridnya. Guru Penggerak selalu memberi kesempatan dan memberikan kebebasan membangun sendiri pengetahuannya serta memahami proses pembelajaran sesuai caranya sendiri. Di sinilah Guru Penggerak dapat diartikan sebagai yang menghamba pada murid.

Guru Penggerak sebagai penghamba murid telah terejawantahkan dalam Nilai dan peran Guru Penggerak serta kaitannya dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara sebagai acuan utamanya. 

Filosofi Ki Hadjar Dewantara yang menanamkan nilai-nilai among, yaitu guru sebagai teladan, sebagai pemberi semangat dalam menciptakan ide kreatif, dan pendorong motivasi adalah peran serta guru dalam menuntun kodrat anak dalam pembelajaran agar sebagai pribadi maupun bagian dari masyarakat dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya. 

Di sini anak-anak akan dituntun pembelajarannya dalam suasana yang penuh suka cita seperti belajar sambil bermain maupun sambil bernyanyi, karena dunia anak adalah dunia bermain bukan dunia yang dibentuk dalam suasana penuh intimidasi dalam kekangan yang memberangus hak-hak anak untuk mendapatkan pengajaran sesuai kodrat yang dimilikinya. 

Dari sini dapat dipahami bahwa Filosofi Ki Hadjar Dewantara itu adalah akar dari tumbuhnya Nilai dan Peran Guru Penggerak yang harus senantiasa dipupuk, disiangi, disiram, dirawat sepenuhnya demi terwujudnya produk atau hasil pembelajaran yang mencerminkan profil pelajar Pancasila serta terjalinnya komunitas-komunitas pendidik yang saling mengisi dan melengkapi dalam satu ekosistem pembelajaran yang utuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun