Mohon tunggu...
Gunawan BP
Gunawan BP Mohon Tunggu... -

Bukan siapa-siapa. Hanya seorang pemuda yang berasal dari Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB. Mencoba belajar dan berbagi melalui untaian kata dan kalimat.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Indahnya Saling Berbagi dan Membantu

31 Januari 2018   08:21 Diperbarui: 31 Januari 2018   08:29 3138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan oleh seseorang, yakinlah itu akan memberikan manfaat dan kebahagiaan, khususnya bagi dirinya sendiri. Tak akan sia-sia. 

Apalagi kebaikan atau perbuatan baik tersebut kita lakukan dan diperuntukan kepada orang lain, saya yakin itu akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi orang lain yang dimaksud. Percayalah, hati orang tersebut akan bahagia, senang dan bersyukur sekali karena ada orang yang peduli terhadap kehidupannya.

Saya jadi teringat salah satu ajaran dalam Islam, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Sungguh ajaran yang sangat mulia. Mengajarkan kepada kita untuk saling peduli, saling melihat kiri kanan, saling membantu dan/atau menolong jika ada yang membutuhkan (dalam hal kebaikan). Sebuah ajaran yang perlu kita tunaikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kamis, 12 Oktober 2017, pukul 02.40 WIB, saya mencoba berselancar di dunia maya dan membaca salah satu postingan teman Facebook saya yang sungguh menggugah hati. Postingan tersebut dilakukan pada Rabu, 11 Oktober 2017, pukul 19.08 WIB. Pemostingnya, sebut saja namanya Ardin (Facebook: Puang Puang). Beliau adalah alumni SMAN 1 Kempo.

Dan, sebagai wujud ungkapan terima kasih saya atas kepedulian beliau bersama teman-teman di "Pemuda Peduli Masyarakat", saya mencoba menuliskan dan berbagi kisah inspiratif ini. Berikut saya kutip potongan tulisan beliau dalam postingan atau unggahannya tersebut.

"Hari ini, mata yang telah lama terlelap, kini telah dibukakan oleh Sang Maha Pencipta. Berawal dari sebuah kesadaran manusia untuk saling membantu, berbagi, dan memberi. 

Hari ini, kita diperlihatkan kehidupan nenek yang telah tua rentan dan keriput, hidup sebatang kara dengan rumah yang hanya sebesar 3x3 m, yang memang tak layak untuk ditinggali, apalagi ditinggali oleh seorang nenek yang begitu membutuhkan perhatian dari pemerintah setempat. 

Marilah sama-sama kita membuka mata hati kita untuk melihat begitu sulitnya kehidupan nenek ini (Ina Bassu) yang bertempat di Dusun Karama Desa Soro Barat Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat."

Sungguh mulianya hati anak-anak muda ini, mau membantu dan berbagi kepada sesama, terlebih kepada seorang nenek tua yang hidup seorang diri. Bahkan, menurut penuturan salah seorang teman dalam kolom komentarnya, kegiatan ingin menolong atau membantu seorang nenek tersebut (Ina Bassu) bermula dari diskusi kecil-kecilan bersama dengan beberapa pemuda lainnya. 

Hingga akhirnya, memutuskan untuk mengeluarkan uang pribadinya masing-masing untuk membeli berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh nenek tersebut. Sungguh bersyukur dan bahagianya hati ini, bila mendengar teman-teman sesama pemuda yang masih memiliki rasa empati dan kepedulian antarsesama.

Semoga kebiasaan yang baik semacam ini bisa ditiru oleh siapa pun dari kita. Agar hidup kita lebih bermanfaat. Percayalah, bahwa dengan berbagi kepada sesama akan mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan di hati. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun