Mohon tunggu...
Guıɖo Arısso
Guıɖo Arısso Mohon Tunggu... Insinyur - ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar dari Mereka yang Berpengalaman

25 Oktober 2021   18:35 Diperbarui: 25 Oktober 2021   18:43 349
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berguru kepalang ajar...[menuntut ilmu hendaknya dengan sepenuh hati]

Ada orang bilang, guru terbaik adalah pengalaman. Baik itu belajar dari pengalaman yang menyenangkan hingga menyakitkan sekalipun. Tujuannya satu, yakni keteraturan dan/atau pembaharuan tataran kualitas hidup.

Kita memimpikan masyarakat dunia yang semakin beradap, tentu saja karena belajar dari pengalaman masa lalu yang bengis, tak bermoral karena penjajahan, perbudakan, dlsb.

Selebihnya, ada banyak objek rujukan pengalaman jika kita mau belajar. Tentu saja selain belajar daripada pengalaman masa lalu. Yaitu, dari lingkungan sekitar. Baik itu dari orangtua, keluarga, sahabat, kenalan dan seterusnya.

Tak terkecuali belajar dari pengalaman para kompasianer lewat angihan tulisan mereka yang sarat menggugah dan inspiratif. Dan itulah yang saya lakoni sekurangnya 2 tahun lebih mencebur diri di kompasiana ini.

Belajar dari Mereka yang Berpengalaman

Karena ini konteksnya ulang tahun ke-13 Kompasiana, maka batang tubuh tulisan ini akan menyasar para kompasianer.

Di Kompasiana ini, lebih lanjut, ada banyak penulis senior (dari segi usia) yang sangat berpengalaman. Paling tidak, hal itu terbaca dari tulisannya.

"Sepengalaman saya", "saya dulu pernah", dlsb. Itulah sederet pengakuan mereka sesaat mengilas balik kisah pengalaman pribadi yang pernah terjadi di masa lalu.

Bertolak dari hal itu, saya punya alasan yang cukup kuat untuk belajar dari mereka. Karena saya pikir, itu sahih, lantaran mereka menjadikan diri mereka sendiri sebagai "kelinci percobaan".

Dan tentu saja, selain berpengalaman, mereka juga sudah cukup umur untuk menasihati orang lain. Saya kira, hal ini juga penting sebagai moda sosial bagi kemaslahatan bersama (bonum commune).

Maka dari itu, saya selalu menjuluki kompasianer-kompasianer senior tersebut sebagai sosok bijak (sage) dan guru-teknikus (techne).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun