Mohon tunggu...
Guido
Guido Mohon Tunggu... www.touringtokomodo.com

penikmat Kopce

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Sengsara Mencari Jodoh

16 April 2021   19:47 Diperbarui: 16 April 2021   23:06 146 14 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sengsara Mencari Jodoh
Ilustrasi gadis cantik (tribunnews.com)

Jodoh itu misteri dan proses mencari jodoh itu adalah sebuah kesengsaraan. Sengsara? Ya, betul. Karena sengsara/menderita itu bisa dalam wujud dan tingkatan tertentu, semisal menderita fisik, emosional, luka batin dan karena perilaku orang lain, (mengutip konsep penderitaan Richard Swinburne).

Tapi, kalau dipikir-pikir memang, mosok untuk urusan percintaan saja seakan terasa rumit, belum lagi sampai batin tersiksa. Situasi inilah yang amat 'pukymai' kata Petrus (pseudonim) yang masih kesusahan mencari jodoh memasuki usia kepala tiga.

Padahal, ditilik dari kondisi fisik dan status sosialnya, Petrus merupakan seorang lelaki sehat jasmani dan merupakan pegawai (berpangkat rendahan) di sebuah instansi pemerintah daerah.

Suatu sore sesaat mengopi bareng bapak dan mamanya di pendopo rumah, dia mengisahkan bahwa dirinya amat sengsara (hampir mau mati) dalam mencari jodoh.

"Sengsara betul ee, Bapa. Mau mati saja rasanya!" Petrus membatin demikian lantaran Bapaknya menyinggung (lagi dan lagi) soal jodoh.

"Keknya semua perempuan di Manggarai ini sudah pada takut dengan sa oo, Bapa. Giliran sa beri salam, itu nona malah lari. Dia pikir sa ini setan ko apa e?" Kata Petrus seraya mencontohkan Lioreta, gadis berpipi lesung dan bertubuh molek anak kepala desa di kecamatan tetangga. Lioreta adalah gadis incaran yang dulu pernah masuk dalam master plan Petrus.

"Aih! Alasan banyak kalilah kau. Tidak perlu jao-jao pergi cari jodoh la. Cari yang dekat-dekat sini saja to. Banyak anak gadis sekitar sini. Tinggal kau angkut satu saja, lalu tunjukkan ke Bapa dan Mama" pinta Bapaknya

"Kau sa punya anak lelaki sulung. Sementara sa punya umur sudah semakin tua ini. Sa dengan kau punya Mama sangat rindu momong cucu. Kau pikir itu la Petrus!" Kejar Bapaknya lagi.

Petrus hapal betul kata-kata terakhir dari Bapaknya itu, lantaran terlalu sering ia dengarkan.

"Terus, di mana pulalah di Herang (nama desa Petrus) ini sa bisa temukan jodohku, Bapa?" Timpal Petrus pada Bapaknya

"Gampang to! Setiap hari Minggu kau pergi ke gereja saja, anak. Atau pergi ke pesta adat. Banyak anak gadis baik-baik dan cantik di situ.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x