Mohon tunggu...
Guido
Guido Mohon Tunggu... www.touringtokomodo.com

penikmat Kopce

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Cara Move On Paling "Nggak Masuk Akal" Usai Kena Ghosting

10 Maret 2021   07:56 Diperbarui: 10 Maret 2021   09:34 187 33 17 Mohon Tunggu...

Seingat saya, sebulan yang lalu saya pernah berkhotbah panjang lebar tentang locus patah hati di sini ow. Basodara dong masih ingat ko sonde?

Dan sebagai bukti tanggung jawab moral waktu itu, saya menyarankan kepada segenap pemilik hati yang patah untuk bertani. Ya, bertani sebagai sarana move on seusai kena ghosting eks pacar (yang konon katanya, kalau dilihat dari jalan sunyi lebih mirip Bang Shat).

Entahkah saran saya waktu itu sudah sampai ke sasaran, lalu dibaca, diamini seraya diaktualisasikan? Atau malah sudah dibaca tapi masih gagal untuk move on? Nggak tahu saya, tapi semoga saja sudah bisa anu ya.

Kebetulan, artikel yang saya tulis sewaktu itu memang memuat standar ganda. Tapi, yang jelas untuk tujuan baik kok, sob!

O ya, saya juga sengaja menelurkan artikel picisan ini karena dipicu oleh sengitnya perang ludah warganet (termasuk saya juga sih meski diem-diem bae) di balik fenomena ghosting yang lagi viral di media sosial sepekan terakhir ini.

Tanpa riuh rendahnya diskusi di ruang maya itu, mungkin orang ndeso kayak saya ini tidak akan pernah tahu apa itu ghosting. Dan setelah saya melimpir kesono kemari, oh, ternyata nganu toh maksudnya.

"Asyulah, padahal bungkusannya saja yang beda, tapi isinya sama kek pehape" pekikku, sambil muter-muterin ujung rambut

Tetapi, siapa pun yang menjadi korban ghosted (bentuk lampau dari ghosting) harus diakui mereka itu menderita psikis dan/atau stress berat. Macam mana pulak kau itu, ninggalin si anu pas lagi nganu-nganunya. Sungguh ter la lu.

Penderitaan memang sesuatu yang inheren, melekat pada diri manusia. Terlepas dari dimensi atau jenis penderitaan. Apakah itu penderitaan fisik, psikologis, emosi, luka batin dan lain sebagainya.

Bahkan dalam sejarah pemikiran filsafat, filsuf Richard Osborne mengatakan bahwa penderitaan sebagai salah satu syarat mutlak (sine qua non) dalam kehidupan manusia dan tak terelakkan lagi.

Begitu juga menurut Vhon Leibniz misalnya. Penderitaan dilihatnya sebagai keburukan moral. Penderitaan jenis ini hanya bisa diubah oleh kemampuan dan usaha manusia itu sendiri.

Sampai di sini, yang ingin saya katakan adalah segala keketiran dan sakit hati gegara tekena ghosting atau apapun namanya itu anggap saja sebagai ujian menuju horison pemahaman yang baru: pendewasaan diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x