Mohon tunggu...
Guido
Guido Mohon Tunggu... penikmat kopce (kopi campur cengkeh)

🌱🌾🌳

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Penderitaan sebagai "Conditio Sine Qua Non"

27 Januari 2021   04:54 Diperbarui: 27 Januari 2021   15:19 253 36 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penderitaan sebagai "Conditio Sine Qua Non"
Ilustrasi berharap pada Tuhan (Jawaban.com)

Saya sengaja menuliskan artikel sederhana ini tak lain untuk menguatkan salah seorang Kompasianer(wati), sahabat baik saya yang kemarin lalu didiagnosis positif Covid-19. Dan saat ini beliau sedang dirawat/diisolasi di sebuah rumah sakit di kotanya.

Pendek kata, ketika mendengarkan ceritanya, saya sangat kaget dan tak menyangka dirinya bisa terpapar mahluk renik, Covid-19. Padahal beberapa hari sebelumnya beliau masih tampak semangat dan energik.

Tapi, belakangan ini memang beliau sedang sibuk ke kota provinsi karena tugas kerja. Besar kemungkinan, beliau terjangkit sewaktu diperjalanan dan ketika sesampai di kota.

Dan sepulang dari kota provinsi, beliau sempat bercerita bahwa dirinya merasa kecapean, pegal-pegal, pilek, batuk kering dan pusing. Dan setelah kemarin dilakukan rapid antigen dan swab, beliau didiagnosa menderita Covid-19 dan harus dirawat di RS.

Penderitaan sebagai "Conditio Sine Qua Non"

Setiap manusia tentu saja pernah mengalami penderitaan. Tersebab penderitaan itu adalah fakta yang inheren pada manusia.

Entah itu menderita secara fisik karena penyakit, menderita secara emosional, luka batin dan lain sebagainya.

Saya pun pernah mengalami penderitaan fisik. Tepatnya tujuh tahun yang lalu, hampir seminggu saya terkapar lemah di rumah nenek di kampung karena tangan kiri saya kesleo gegara jatuh dari motor. Tapi puji Tuhan, setelah dirawat dan diurut oleh sang nenek akhirnya tangan saya normal kembali, meski tidak 100%.

Saya pikir, demikian halnya ketika kita berbicara soal penderita Covid-19. Perbedaannya hanya pada dimensi dan/atau jenis penyakit yang deritanya.

Filsuf Richard Swimburne mendeskripsikan penderitaan fisik sebagai suatu Conditio Sine Qua Non, mutlak/absolut terjadi dan tak terelakkan pada diri manusia. Dengan begitu, sebagai mahluk yang berkesadaran, kita harus siap menderita.

Kesadaran membawa kita pada penyerahan diri secara total serta menggiring budi manusia pada sebuah dimensi pemahaman bahwa kita hanyalah makhluk lemah, rapuh dan tidak berdaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x