Mohon tunggu...
Reba GT
Reba GT Mohon Tunggu... Pekebun | Leibnizan

Peminat Pertanian dan Filsafat

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

#IndonesiaTerserah dan Seruan Agar Tidak Berperilaku Banal

20 Mei 2020   10:27 Diperbarui: 22 Mei 2020   17:44 101 11 5 Mohon Tunggu...

Di tengah pandemi COVID-19 ini, kita semua di hadapkan pada situasi batas. Sudah pasti kita sangat stres, sumpek di cekik rigiditas akibat beberapa bulan terakhir ini DirumahSaja dan tidak bisa berbuat banyak.

Ketika menulis catatan ini juga saya amat stres, rasanya kepala di tumbuki palu. Tapi rasionalitas saya tidak ingin digindik beban, sehingga saya memutuskan menulis ini supaya sedikit merdeka. Yah, menumpahkan serumpun unek-unek yang ada didalam batok kepala.

Lantas, bagaimana keadaan bangsa kita hari ini, kawan?

Sama saja ya kan, tidak berbeda jauh dengan penampakan hari kemarin. Yang sedikit berbeda mungkin akan ada penambahan deretan korban pasien korona. Tetapi semoga saja tidak, berharap yang terbaik saja.

Beberapa menit sebelum merilis tulisan ini, sebuah tautan berita lewat begitu saja di beranda facebook saya. Bunyinya kira-kira demikian; "Jokowi Tak Masalah Pasar Ramai asalkan Protokol Kesehatan Diterapkan".

Menyelisik lebih jauh isi berita Kompas.com itu, saya sampai pada sebuah konklusi bahwa masksud Presiden Jokowi itu baik, ihwal tak mempermasalahkan keramaian di pasar selama diterapkan prosedur yang ketat untuk pencegahan Covid-19. Semisalkan dengan menjaga jarak, memakai masker, disiplin dan lain sebagainya.

Terlepas bagaimana nanti masyarakat mengejawantahkan dan menyesuaikan diri dengan imbauan Presiden Jokowi itu. Sedini pun saya enggan berspekulasi bagaimana hasilnya kelak.

Bila menyibak lebih jauh kabut tebal Covid-19 di Tanah Air, tentunya segala usaha sudah dikerahkan, baik melalui regulasi yang diteken oleh punggawa negara maupun lewat imbauan dari tim medis agar senantiasa berkecimpung dengan protokol kesehatan.

Kita lebih mengenalnya dengan sebutan Social/ Physical Distancing, Work From Home (WFH), rajin menuci tangan, wajib memakai masker dan lain sebagainya.

Tapi rasanya sia-sia saja, mengingat kian hari jumlah pasien virus corona di Tanah Air kian membludak. Lantas, dimana letak delik masalahnya? Apakah imbauan dan aturan yang sudah ditetapkan bersama itu masih ada kurangnya?

Sepakat bila aturan yang sudah fix itu sifatnya tidak selalu holistik dan sempurna. Demikian pula bila kita berbicara terkait PSBB, UU Covid-19, isolasi mandiri, karantina dan seterusnya itu. Pasti saja ada kekurangannya. Tetapi hemat saya, lebih banyak manfaatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x