Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Orang Udik yang Bermukim di Desa

Petani Penpeng dan peminat Filsafat

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Tuhan, Bangsa Ini Sedang Sakit, Sembuhkanlah...

12 Februari 2020   21:23 Diperbarui: 12 Februari 2020   22:09 116 5 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tuhan, Bangsa Ini Sedang Sakit, Sembuhkanlah...
Ilustrasi Nttsatu.co

Di bibir Pantai PeDe Labuan Bajo, saya bersama Risto duduk menyaksikan para nelayan itu berlalu-lalang menyetir sampannya.

Semaki jauh bertolak, semakin nyeho bunyi suara mesin itu terdengar. Terang lampunya sedini terlihat samar-samar. Seperti gelagat matahari yang berpulang ditelan telaga.

Di bibir pantai ini pula kami berdua sering berfilsafat. Tepatnya bercakap ngelantur perihal satu dua hal, seputar idealisme kaum muda. Juga adakalanya berlagak intelek seperti bapak-bapak politisi berbicara di TV. Berbuih-buih cakap.

"Kita pu negara nih makin hari makin ngeri saja ee. Sakit kronis" katanya. Sembari merunduk, membaca tautan berita (konflik horisontal) di ponselnya.
"Sepertinya iya! Komplikasi" tambahku

[Kuseruput kopi dalam gelas hingga tersisa setengah]

Bangsa kita memang sedang dalam keadaan miris, kawan. Terlalu banyak dirundung masalah. Tuhan saja mungkin sudah kewalahan mengurusi kita.

"Apa mungkin lantaran Tuhan sudah acuh sehingga masalah itu datang silih berganti barangkali ee?" Tanyanya lagi

"Entahlah. Tuhan mungkin sedang berlibur ke planet lain. Haha" candaku.

Diskursus senja, kami sudahi seiring kopi dalam gelas hanya tersisa ampas. Kami pulang tanpa konklusi berarti.

Sedang Sakit

Bangsa kita sedang sakit, serius-duarius.  Moralitas bangsa ini kian hari kian terkikis oleh korupsi, radikalisme, pembunuhan, pencurian, hoaks, SARA, konflik horisontal, terorisme dan masih banyak lagi.

Kita tahu juga, sekarang ini kita disuguhkan dengan fakta konflik horisontal, seperti perusakan rumah ibadah, pelarangan beribadah hingga pelarangan pembangunan rumah ibadah (agama yang kedudukannya diakui negara). Seyogyanya dilakukan oleh oknum, yang menurut saya moralnya ambruk.

Sulit juga ditebak modus operandi yang melatarbelakangi tindak tanduk perilaku tak bermoral ini. Apa karena kebencian, sentimen antar golongon, atau karena alasan apa.

Perlu digaris bawahi juga, yang saya soroti disini ialah (metafisik) keburukan moral seseorang, bukan embel agamanya. Terlepas dari doktrin apa yang mencecoki batok kepalanya. Jelas ya!

Geliat moralitas bermasalah seperti inilah yang saya sebut sebagai penyakit dalam berbangsa. Lalu bagaimana cara menyembukannya? Kita punya Pancasila, pandangan hidup berbangsa. Agama, pedoman hidup sesuai ajaran Ilahi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN