Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Petani

Peminat Pertanian dan Filsafat | Penikmat Kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ah, Nona...

29 Januari 2020   12:31 Diperbarui: 29 Januari 2020   12:41 84 9 5 Mohon Tunggu...
Ah, Nona...
Dokumentasi Pribadi

"Wanita perlu dipahami, dikagumi sekaligus dihormati" Kurang lebih begitulah sabda Padre Nietzsche.

Lalu bagaimana cara ku menyikapinya? Ah, Nona, kita jalani saja sebagaimana mustinya. Sebab bila diriku terus larut dalam Tanya, aku tidak lebih dari pribadi yang kaku, bodoh dan akan gila pada waktunya. Sebab kau misterius adanya.

Loreta, nama kekasihku. Setiap waktu ku panggil dirinya 'Nona'. Sebagai laki-laki timur, kata itu lengket dan amat mudah ku ucapkan. Tapi kadang, dia menyarankan ku untuk membengkokan sedikit mulut agar panggilan 'Nona' itu mengalun sendu, enak didengar.

"Adoh.. Kau gila su ko. Main paksa-paksa sa?!" pekiku

"Biar ko. Tidak mengerti sekali. Biar sekali ini saja ya. Hem!" sahutnya, (menghendus, menerobos hariban sum-sum tulang belakang)

Dan akhirnya kuturuti.

Demikianlah diskursus 'omong kosong', yang setiap tiga kali seminggu kami sengketakan. Tapi ya, mengalir begitu saja. Terkadang, dalam situasi mendiang diri dimalam hari, saya bersuka cita dengan situasi itu, pikiran pun mengawang-awang, ngelantur mengelilingi jagat.

Ah, Nona. Ku kagumi kau, Ku hormati pintamu. Aku hanya mencintaimu, tak terbatas waktu..

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x