Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Petani Cengkeh

Peminat Pertanian dan Filsafat

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Halo Warga Mabar, Dapat Salam dari Keraton Agung Sejagat

26 Januari 2020   12:41 Diperbarui: 26 Januari 2020   12:59 130 15 8 Mohon Tunggu...
Halo Warga Mabar, Dapat Salam dari Keraton Agung Sejagat
Ilustrasi Kraton Agung Sejagat (KOMPAS)

"Tulus berjuang untuk rakyat, abdiku untuk negeri. Kami hadir untuk perubahan, baktiku untukmu, kami akan tulus berjuang".

Kira-kira begitulah percikan kalbu para Paslon Pemilukada Manggarai Barat (Mabar), September 2020 mendatang. Kata-kata ini dilukis dengan tinta emas, dengan kanvas hati dalam setiap lembaran 'surat cinta' yang dikirimkan kepada pemilih.

Ada pun dari masing-masing Paslon sesekini sudah mencalak taring dan bersilaturahmi di tengah masyarakat. Terlebih-lebih di Medsos, pencitraan berdarah-darah..

Kadang saya sendiri ngakak sampai guling-guling bila menyimak kata-kata sendu penuh bijak para politisi menjelang pemilu. Mirip seperti gelagat lucu-lucuan kerajaan fiktif yang marak sekarang ini, sebut saja Kraton Agung Sejagat dan Sunda Empire-Earth Empire.

Tapi saya kira baik politikus maupun raja-rajaan, modus propagandanya sama saja, yakni kalau tidak menjanjikan 'surga' dan kenikmatan, pasti saja posisi dan jabatan. Terminologi yang dipakai pun hampir mirip-mirip jua, ya apalagi kalau bukan dengan mengarang bebas dan mendongeng.

Menakar Pemilu Mabar

Pemilu kepala daerah akan segera datang. Tepatnya September 2020. Saatnya mengurut dan terapi nurani untuk tidak terjebak pada kenikmatan 'sponsor' politik propaganda, karena nikmat sesatat bisa merusak peri kehidupan bangsa.

Jadi saran saya, pilihlah para paslon yang tidak hanya menawarkan idealisme, juga tidak seperti tukang sulap yang 'bim sala bim' langsung jadi. Tetapi pilihlah paslon yang  memiliki integritas dengan segudang paradigma tentang dinamika pembangunan di daerah.

Mari kita sama-sama belajar dari periode yang lalu dan atau pilkada yang sudah-sudah. Pengalaman memilih telah mengajarkan kepada kita untuk tidak jatuh lagi pada lubang yang digali sendiri. Banyak pemilih yang ternyata telah salah hanya karena propaganda politik yang datang silih berganti, banyak pemilih yang salah memilih hanya karena kata-kata manis.

Sejumlah paslon yang kesehariannya  berpenampilan jungkir balik ternyata dipoles mulus, cantik dan bening di sejumlah media. Bahkan mungkin ketika berkampanye, mulutnya sedikit dibengkokan agar suaranya terdengar syahdu, romantis dan penuh makna. Gaya jalannya pun pasti persis seperti peraga busana (model) bak aduhai.

Ini sungguh terjadi ya, tentu kita semua sudah merasakan efektivitas pembangun selama ini yang jalan di tempat dan sangat jauh dari ekspektasi. Ini akibat dari propaganda politik busuk yang menjalar dan menggurita di mana-mana, sejumlah paslon bahkan meremukan sum-sum tulang para pemilih dengan kata-kata yang tak beraturan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN