Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Petani Cengkeh

Peminat Pertanian dan Filsafat

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sandiaga Uno Presiden 2024?

16 Januari 2020   19:39 Diperbarui: 17 Januari 2020   14:53 286 16 10 Mohon Tunggu...
Sandiaga Uno Presiden 2024?
Kompas.com

Pakde Jokowi memprediksi bahwa Sandiaga Uno berpeluang menggantikan posisinya di 2024. Benarkah demikian? Bisa iya bisa tidak, sebab tidak ada kebenaran mutlak menurut menurut junjungan saya, Nietzsche.

Apalagi bila membaca kompas politik Indonesia yang terus berkembang dan bergerak dinamis. Pun bila menimbang posisi Sandiaga Uno saat ini, hemat saya dia juga merupakan sosok potensial yang bisa diajak baku hantam digelanggang politik. Oke Oceh pokok ee!

Agar tidak kalah dengan bapak-bapak politisi yang suka berbual di TV itu, masyarakat awam seperti saya sedini merasa 'gatal' untuk ikut melakukan survei terhadap potensi Sandiaga Uno pada Pilpres 2024 mendatang. Sejauh ini memang saya masih belum menemukan racikan yang pas terkait metodologi survei yang ingin saya pakai.

Lagi pula kita tidak perlu berjudi dalam taksir, merekayasa angka-angka survei, tindak tanduk grafik dukungan, elektabilitas dan lain sebagainya. Bukan maksud saya tidak percaya pada lembaga survei lho ya. Lagian terlalu dini pula untuk main survei-surveian. Ya kan?

Sandiaga Uno adalah Figur Pontesial

Mungkin ada yang bertanya, selama ini Sandiaga Uno kemana saja yak? Saya juga kurang tahu. Usai Pilpres kemarin dia memang sepi dari pemberitaan. Entah mungkin dia sedang bersimedi disuatu tempat, bertapa dan atau sedang fokus menjalankan bisnisnya.

Pemberitaan terkait Sandiaga Uno baru merangsek ketika  Presiden Jokowi hadir mengikuti acara peresmian pengurus BPP (HIPMI) di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (15/01/2020) kemarin. Yang kebetulan Sandiaga Uno adalah salah satu petinggi didalamnya.

Sandiaga Uno yang seperti kita kenal adalah entrepreneur muda. Salah satu horang kaya pulak. Bisnisnya menjamur dimana-mana. Adalah sosok yang gesit dan berenergik.

Tentunya, Pakde Jokowi sangat senang melihat potensi yang dimiliki oleh Sandiaga Uno yang sedemikian. Sebagai pemimpin yang dekat dengan kaum muda, Jokowi menaruhkan harapan besarnya kepada Sandiaga Uno untuk menggantikan posisinya kelak.

"Bahwa yang hadir disini adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu. Tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa. Hanya mungkin yang berdiri tadi (Sandiaga) kira-kira" Pungkas Jokowi yang disambut tepuk tangan kader HIPMI.

Reaksi Sandiaga Uno pun kalem dibalut simpul senyum atas pernyataan Pakde Jokowi itu. Sekiranya bang Sandi mendengar kalimat syarat sendu hingga menerobos habirin sum-sum tulang belakang.

Sandiaga Bermental Sophrosyne dan Punya Tipe Askenden

Memori Pilpres 2019 kemarin tentunya masih hangat didalam ingatan batok kepala kita. Pilpres 2019 kemarin juga merupakan proses pemilu yang sangat melelahkan. Terlepas dari berbagai hubur-habir dan jungkir baliknya.

Saya masih ingat sekali seketika bang Sandi melawat ke Labuan Bajo dalam rangka kampanye Pilpres pada Februari 2019 lalu. Sesampainya di Labuan Bajo dia mendapati perlakuan yang kurang enak.

Kebetulan pada waktu itu bang Sandi melakukan tatap muka dengan pedagang ikan di TPI Kampung Ujung. Ehh, tetiba saja mereka diusir oleh salah seorang pedagang ikan disana. Lantaran dianggap mengganggu dan menghalangi mereka jualan. 

Dia didamprat dan usir keluar. Tapi bang Sandi selow dan santuy saja pada waktu itu. Kendati pun dia meminta maaf dan mengaku salah kepada pedagang ikan disana.

Bila menoleh sedikit kebelakang, dari Pilpres kemarin saya bisa belajar banyak dari seorang Sandiaga Uno yang kebetulan mendampingi pak Prabowo sebagai Cawapres. Baik dari tindak tanduknya semasa kampanye, hingga pasca menerima putusan pemenangan Pilpres oleh KPU.

Bila kita menyelisik reaksi Sandiaga Uno, dia begitu kuat, santuy dan permosif (Askenden). Pun tidak menunjukan gelagat yang berlebihan ketika diputuskan bahwa mereka kalah.

Hemat saya, dia menempatkan dirinya secara profesional. Karena memang dia pun meyakini bahwa dalam sebuah kontestasi politik pasti ada kalah dan menang. Itu sudah menjadi kosekuensi logisnya. Tidak salah juga bila saya menyebut Sandiaga Uno ini sebagai individu yang waras dan moderat (Sophrosyne).

Tapi begitulah adanya, sudah tidak perlu dipersoalkan lagi ya. Sudah saatnya kita harus move on dan bersatu padu menatap Indonesia yang lebih baik dan maju.

Sebagai penutup, jika kelak Sandiaga Uno mendapat wahyu dari langit untuk ikut lagi pada kontestasi Pilpres 2024, saya pikir merupakan suatu kabar baik dan kemungkinan saya akan memilihnya. Tapi entahlah kita lihat saja.

Bacaan: Satu

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x