Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... L☆buan Bajo

Peminat Pertanian, Sosbud dan Filsafat | Jamrud & Boomerang

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Jangan Jadikan Labuan Bajo "Toilet" Sampah

4 Desember 2019   19:01 Diperbarui: 6 Desember 2019   19:32 106 4 0 Mohon Tunggu...
Jangan Jadikan Labuan Bajo "Toilet" Sampah
Ilustrasi sampah di laut Labuan Bajo | Voxntt.com

"Jangan Jadikan Labuan Bajo "Toilet" Sampah".

Kemarin pagi, saya bersama seorang teman yang kebetulan seorang guide menumpangi kapal laut Semilir bersama lima tamu asal Australia. Kami hendak berlayar dari pelabuhan Labuan Bajo dan mengunjungi Pulau Padar dan terus ke Pulau Komodo.

Ditengah perjalanan, kapal yang kami tumpangi terpaksa mengurangi kecepatannya lantas berpapasan dengan onggokan sampah yang terbawa oleh arus laut dan angin. Tidak hanya potongan kayu dan serpihan ranting, tetapi juga botol minuman dan kemasan plastik lainnya tampak disekitaran tumpukan sampah itu. Entah dari mana datangnya.

"Sungguh diluar ekspektasi kami. Ternyata laut disini sudah dicemari sampah" kata tamu asal Australia itu.

Dan setelah sampai di pulau Padar, situasi yang hampir sama juga ditemukan disepanjang daratan bibir pantai. Begitu juga dibagian sisi kiri kanan tangga menuju perbukitan Padar. Aduh, kebanyakan dari sampah yang saya temukan adalah banyaknya botol-botol minuman, sampah plastik dan juga puntung rokok.

"Jesus Christ. Why is there so much garbage here? (Kasian sekali lautnya. kenapa ada begitu banyak sampah disini?)" Pekik seorang tamu bule.

"Primitive mentality. Idiots and irresponsible behavior! (Mental primitif. kelakuan orang-orang idiot dan tidak bertanggungjawab)" Terang saya.

Saya memang sedikit bingung dengan pembawaan diri manusia dewasa ini. Pasalnya, tulisan larangan membuang sampah terpampang disetiap posko tempat wisata di Labuan Bajo. Kendati pula sudah disediakan tong sampah yang besar-besar. Tapi kok masih buang sampah sembarangan sih?

Bebaskan Sampah dari Laut Kita

Sebagaimana Labuan Bajo sudah ditargetkan pemerintah pusat untuk ditingkatkan statusnya menjadi daerah pariwisata super premium. Jadi dengan begitu, untuk mendukung inisiatif pemerintah pusat ini ada baiknya kita sebagai masyarakat Labuan Bajo (lokal) untuk menjaga kelestarian laut kita agar bebas dari sampah.

Keterangan foto: Saya ketika mengunjungi Pulau Komodo | Dokpri
Keterangan foto: Saya ketika mengunjungi Pulau Komodo | Dokpri
Juga bagi setiap pelancong dan para wisatawan. Agar ikut terlibat dalam melestarikan cagar alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini dirasa perlu agar menambah kenyamanaan anda sewaktu liburan di Labuan Bajo.

Geliat usaha untuk menertibkan sampah-sampah sebenarnya bukan hanya di laut saja, juga di gang-gang Kampung Ujung, kawasan kuliner yang letaknya tak jauh dari pelabuhan Labuan Bajo. Bila saya perhatikan sampah plastik banyak berserakan dijalan, digot dan dibawah pohon.

Samapah-sampah ini ada yang sudah berwujud seperti arang dan mengeras karena sehabis dibakar. Pada saat yang sama jika saya perhatikan, jumlah tong sampah yang tersedia masih minim. Sampah-sampah rumah tangga ini memang yang susah ditertibkan.

Sampah di Labuan Bajo ini memang terus membludak setiap harinya. Problem sampah di ibu kota Manggarai Barat-Flores, NTT ini tidak lepas dari dampak perkembangan pariwisata yang begitu pesat semenjak program Sail Komodo 3013 yang lalu.

Dokpri
Dokpri
Pemerintah Manggarai Barat sendiri mencatat bahwa, produksi sampah di Labuan Bajo setiap harinya hampir 14 ton. Tidak main-main memang. Sampah-sampah ini kebanyakan dari sampah rumah tangga dan juga wisatawan.

Labuan Bajo sendiri terkenal karena wisata alamnya yang indah, selain Komodo. Karena hal inilah banyak orang datang kesini berkat keindahannya yang eksotis.

Jadi sudah sepantasnya kita turut menjaga keindahan alam ini, dan jangan dibuat kotor dengan membuang sampah sembarangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x