Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Imag○ Deı

Imag○ Deı

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kemeriahan Natal Bersama Saudara Muslim Saya

4 Desember 2019   02:22 Diperbarui: 4 Desember 2019   02:36 0 10 2 Mohon Tunggu...
Kemeriahan Natal Bersama Saudara Muslim Saya
Ilustrasi Kemesraan Islam dan Nasrani di Flores | Balinewsnetwork.com

Propinsi Nusa Tenggara Timur lebih dikenal pula dengan sebutan Nusa Terindah Toleransi. Tentu ini bukan sekedar selogan semata. Yup, bumi Flobamora (subutan lain NTT) ini kiat toleransi antar umat beragamanya selalu terjaga. Umat  bisa hidup berdampingan secara baik disini, santuylah pokoknya.

Nusa Terindah Toleransi yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Katolik. Kerukunan antar sesama pemeluk agama disini bukan kaleng-kaleng. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya kebersamaan umat disetiap hajatan keagamaan, seleruh umat yang berbeda keyakinan ikut andil dan ambil bagian didalamnya.

Mungkin ada yang bertanya, apa sih rahasia dibalik rukunnya kehidupan umat beragama di NTT? Jawabannya cuma satu, yakni Persaudaraan. Hubungan persaudaraan, kekerabatan dan kekeluargaan diatas segala-galanya. Lebih lanjut, juga karena faktor budaya patnerealistik yang amat kental. Sehingga tidak ayal, persatuan masyarakat NTT itu kuat sekali.

Fakta lain juga menyuguhkan bahwa, disetiap kali ada hajatan keagamaan ataupun pasca hari-hari besar keagamaan, baik Natal, Bulan Ramadan dan hahari besar keagamaan lainnya, pasti semua orang tumpah ruah ikut merayakan. Seketika jubah keagamaan itu ditanggalkan, yang ada tinggal indahnya kebersamaan dalam bingkai persaudaraan.

Sebut saja di daerah penulis, di Flores-NTT. Kultus menjaga toleransi dan keberagamaan disini sudah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang dan tidak pernah lekang lintas generasi. Sehingga nihil bahkan hampir tidak ada konflik sara ataupun gesekan antar pemeluk agama disini.

Momen Keakraban Pasca Hari Raya Keagamaan

Tiga agama besar hidup saling berdampingan di Flores-NTT. Ada Katolik, Protestan dan Islam. Setiap pemeluk agama disini saling menghormati, menjaga dan hidup berdampingan. Bahkan pada saat hari raya tiba, umat saling bahu-membahu menjaga kondusifitas hingga bantu mengamankan ibadah.

Balinewsnetwork.com
Balinewsnetwork.com

Bila berbicara tentang hari-hari besar keagamaan di Flores, wah merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Karena selain memanfaatkan kemeriahannya, juga karena pada saat itu mulut anda tidak akan berhenti mengunyah karena saking banyaknya daging sembelihan.

Tak terkecuali saya. Walaupun Katolik, selain merayakan Natal, saya paling suka bila bulan Ramadan menyambang. Karena disana nati bakal banyak daging kurban seperti sapi, kambing dan kerbau. Itu saya paling doyan makan sop sapi dan makan buah kurma. Prinsipnya bahwa bukan karena urusan perut, sehingga saya bersemangat untuk ikut andil. Melainkan didorong oleh rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN