Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Sektor 13

Hobi Menulis, tapi kebanyakan Membaca sih..

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Saya Mendukung Ahok Masuk BUMN, Bagi yang Menolak Silahkan Menolak

20 November 2019   01:14 Diperbarui: 20 November 2019   15:27 0 13 3 Mohon Tunggu...
Saya Mendukung Ahok Masuk BUMN, Bagi yang Menolak Silahkan Menolak
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).|Kompas.com

Sebagai masyarakat Indonesia yang punya kesadaran bernegara dan punya hak untuk menentukan pilihan, dengan ini saya menyatakan sikap dan dukungan secara tulus kepada Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, untuk masuk dan menjabat di salah satu perusahaan BUMN. Karena biar bagaimanapun, BUMN yang dimaksudkan diatas merupakan milik saya juga, sebagaimana saya rakyat Indonesia.

Perlu diketahui juga bahwa dukungan saya ini murni suara hati dan dorongan pribadi, juga saat ini saya sama sekali tidak punya afiliasi dengan siapapun, baik itu dengan pemerintah, LSM maupun organisasi-organisasi dan kepentingan lainnya.

Sebagaimana Ahok yang saya yakini adalah salah satu putra terbaik yang dimiliki bangsa kita saat ini, orangnya tegas dan jujur, tidak korupsi, kolusi dan nepoteisme (KKN), sosok figur yang pekerja keras dan berada dijalan yang lurus.

Jadi, untuk itulah saya memantapkan dukungan saya kepda Ahok, terlepas dari segala kekurangannya. Dan bagi siapapun yang tidak sependapat dan menolak, silahkan menolak.

****
Tulisan diatas merupakan kalimat orasi kecil-kecilan yang saya tulis pada secarik kerta HVS A4, yang tadinya juga saya bacakan diatas tempat tidur dengan volume suara yang terkontrol tentunya agar tidak membanjir keluar kamar.

"Apalagi udah malem. Kalau suara kebesaran nanti gak enak sama rempong tetangga. Nanti dikira lagi stres atau ngambek gegara tidak dikasih uang rokok sama mamaknya. Duh gusti, Malu-maluin bangetlah pokoknya!"

Ahok memang gada matinya. Eksistensinya didunia perpolitikan Indonesia kian tak terbendung. 

Menilik pemberitaan Ahok akhir-akhir ini, yang sedini memenuhi baik portal media cetak dan online, televisi hingga radio. Pemberitaan yang dimunculkan kian beragam dengan frame yang dibangun. Apalagi di jejaring media sosial, ramai pokoknya.

Berita yang booming dan menggegerkan itu antara lain diskursus pencalonan Ahok menjadi bos BUMN. Luar biasa memang "candela" seorang Ahok ini, baru diusulkan saja sudah heboh satu Indonesia.

Fakta lain juga menyuguhkan bahwa Ahok memang sudah dilamar oleh Erick Thohir, Menteri BUMN. Dan keduanya sudah bercakap-cakap face to face di kantor Kementrian BUMN pada Rabu (13/11/2019). Ahok pun diajak untuk bermitra kerja di dalam BUMN dan akan mulai bekerja Desember mendatang. 

Pencalonan Ahok sedini menuai pro dan kontra dikalangan khalayak banyak, baik dari para petinggi/ elit, pengamat politik, tokoh agama hingga netizen yang saling beracak-acak di media sosial. Beragam spekulasi pun berseliweran dipelataran medsos dengan pelbagai sudut pandang yang ada.

Sejak disebut-sebut akan menjadi bos BUMN, nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berapa kali menjadi tranding topic di pelataran sosial media seperti twitter, sebut saja #AhokDirutMafiaCemberut, #BersihkanMafiaBUMN hingga #BUMBukanUntukNapi.

Saya Mendukung Ahok, yang Menolak Silahkan Menolak

Jika memang benar Ahok akan dijadikan Direktur Utama disalah satu perusahaan BUMN, lantas apa masalahnya? Saya kira kapabilitas dan Leadership seorang Ahok tidak perlu dipertanyakan lagi. Kendati penunjukan dan pengangkatan pejabat sekelas Dirut di BUMN saya kira ada proses seleksi (memfilter) dan penilaian lainnya. Toh tidak instan dan langsung jadi, pasti ada tahapan-tahapannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN