Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Imag○ Deı

Suka Berbual dan Berpura-pura Intelek

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pak Viktor, Cukup Berulah, Kami Lelah!

16 November 2019   03:21 Diperbarui: 16 November 2019   11:57 0 20 4 Mohon Tunggu...
Pak Viktor, Cukup Berulah, Kami Lelah!
Viktor B Laiskodat |KOMPAS.com/Achmad Faizal

Tulisan ini saya buat, sebagai bentuk keprihatinan saya atas ucapan Gubernur kami Viktor B. Laiskodat (VBL), yang sesekini melukai perasaan khalayak banyak, terkhusus memberikan efek psikologis terhadap wisatawan yang  sedari awal pernah berkunjung dan yang akan berniat berkunjung kemari, ke NTT.

Saya ingin meluruskan juga bahwa, kalimat yang tidak seharusnya dimuntahkan oleh Pak Viktor ini, seyogiayanya tidak mewakili suara kami masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya. Oke saya kira sudah jelas ya kak! Hehe

****

"Wisatawan miskin dilarang masuk ke NTT" ujar Viktor.

Lagi dan lagi, Viktor B. Laiskodat menjadi kampiun dengan sosok kontroversional terbaik. Setelah sebulan yang lalu mengusulkan untuk menghapus aplikasi facebook, kini buat ulah lagi dengan melontarkan kalimat yang meledek kewarasan.

"Tau sendiri kan to pak. Kalo mendengar dan membaca komentar netizen, sadis; bisa-bisa mata dan telinga keluar darah".

Sebagai masyarakat yang bernaung direksa wilayah NTT, yang kebetulan miskin juga, sedini telinga saya jadi penpeng mendengar celotehan Viktor B. Laiskodat tersebut. Bukankah model pendekatan komunikasi seperti ini akan melahirkan diskursus buruk bagi pariwisata di NTT? 

Dua hari yang lalu, tepatnya Kamis (14/11/2019) orang nomor satu di Provinsi kami ini, memberikan sambutannya didepan para hadirin yang didominasi oleh pejabat-pejabat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Sebenarnya, acara ataupun pertemuan ini tidak begitu vemiliar dan biasa-biasa saja dimata kita kaum awam, karena memang sudah menjadi tupoksi pemerintah provinsi dalam mengevalusi dan mensosialisasikan perkembangan pariwisata NTT dengan instansi-instansi terkait.

Tapi kemudian, yang menjadi tidak eloknya ialah beberapa kalimat dalam sambutan Gubernur Viktor  yang bermakna 'tidak menyambut' dan terkesan arogan oleh beberapa pihak. 

Saya juga kurang tahu pasti konteks pengucapan kalimatnya seperti apa waktu itu; apakah bermaksud melucu, benar-benar serius muka datar, atau sembari senyum/tertawa ngakak, atau malah meledek. Saya juga dari tadi mencari videonya di youtube dan sampai sekarang masih belum ketemu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x