Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... Cinta Indonesia!

Di tempat saya, kopi dan tuak sama kedudukannya. Jika Sodara berkenan mampir ke pondok saya, pasti akan ditawari minum

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Candela Cengkeh di Tanah Kolang

14 September 2019   12:26 Diperbarui: 18 September 2019   14:13 0 8 1 Mohon Tunggu...
Candela Cengkeh di Tanah Kolang
dok. pribadi

"Pada saat musim panen tiba, harga cengkeh cendrung fluktuatif dan jatuh" 

Menilik tanaman cengkeh kami di Desa Kolang, Kecamatan Kuwus Barat, Manggarai Barat, yang saat ini kembali berbuah dan sedang dalam masa panen. Sejumlah petani cengkeh sangat antusias dengan senyum sumringah, sembari menggantungkan harapan bahwa ekonomi kembali berdenyut di wilayah ini.

Sekarang ini sekitar 85 persen penduduk Desa Kolang memiliki kebun cengkeh. Ada kebun cengkeh yang merupakan warisan dan ada juga yang hasil jerih payah sendiri.

Memang dulu hampir kebanyakan orang di Desa Kolang masih belum mengenal baik tanaman cengkeh ini, sehingga sangat jarang sekali petani yang menanamnya. Ditambah lagi, masalah tata niaga pertanian dan masih terbatas pada pola bercocok tanam secara tradisional.

Tapi sekarang, dengan melihat peluang cengkeh dipasaran, etos kerja (menanam) petani sangat tinggi.

Dokpri
Dokpri
Di setiap lereng dan perbukitan di wilayah ini tampak dipenuhi rerimbunan pepohonan cengkeh. Musim panen cengkeh diperkirakan berakhir September 2019 ini. 

Banyak di antara petani memilih untuk berangkat lebih awal, sekitar jam 6 pagi. Karena pada pagi hari, tubuh masih bugar dan kuat sehingga saat mendaki gunung dan perbukitan tidak terlalu lelah. Kendati kebanyakan perkebunan cengkeh di desa saya berada di perbukitan.

Biasanya pada saat musim panen cengkeh tiba, Ganda (kelakar tawa) dan Landu (nyanyian) para pemetik cengkeh memecah keheningan lereng dan perbukitan di desa saya. 

Kawasan perkampungan sedini mendadak dan kelihatan sunyi, karena kebanyakan warga memanfaatkan waktu untuk memetik cengkeh milik sendiri maupun milik warga lainnya.

Ayunan langkah para petani dan buruh pemetik cengkeh menyasar lereng perbukitan. Celotehan mereka sambil menantang bukit-bukit, disambut hangat kicauan burung-burung dan suara monyet, memacu semangat petani untuk terus mendaki. Tak peduli keringat bercucuran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x