Mohon tunggu...
Sasha KurniaNjotoharsojo
Sasha KurniaNjotoharsojo Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Ciputra

Seorang mahasiswa Universitas Ciputra yang sekedar suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Kecelakaan yang Terus Terjadi di Jalur Cangar - Pacet

5 April 2021   23:12 Diperbarui: 5 April 2021   23:19 172 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kecelakaan yang Terus Terjadi di Jalur Cangar - Pacet
Turunan dan tikungan Gotekan, Pacet,  biasanya disebut sebagai tikungan tengkorak yang telah memakan banyak korban kecelakaan. (SUARAMOJOKERTO.COM)

Pada hari Minggu (4/4/2021), terjadi kecelakan tunggal yang mengakibatkan meninggal dunianya dua mahasiswi di jalur Cangar menuju Pacet. Kecelakaan tersebut diakibatkan oleh disfungsi rem atau rem blong yang menabrak pagar pengaman jalan (Guardrail) di sisi kanan jalan raya sekitar jam 10.30 WIB. Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Randy Asdar menjelaskan bahwa kedua mahasiswi bernama Roudlotul Firdausyiah (20) dan Fitria Anggraini (21) yang berasal dari Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Mojowarno, Jombang mengarah dari Cangar turun ke arah Pacet tertabrak keras, hingga kedua korban terpental dan meninggal di tempat sebelum dapat diselamatkan. Anggota Unit Laka Lantas, Polsek Pacet, serta relawan telah mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian ke Rumah Sakit Sumberglagah.

Banyak orang-orang yang melewati jalur ini karena jalur ini merupakan jalur alternatif untuk menuju Kota Batu. Jika melaui jalur ini, kita dapat menghemat waktu perjalanan hingga 2 jam dibandingkan dengan melalui Pandaan, Pasuruan. Meskipun begitu, kecelakaan di jalur Cangar - Pacet sudah sangat sering terjadi, karena medan yang ekstrim dan sangat curam. Seperti kecuraman di jalan turunan AMD di Pacet, Mojokerto memiliki kemiringan sekitar 45 derajat. Selain itu di turunan rest area Sendi, Pacet juga cukup curam. Meskipun tidak securam turunan AMD, namun sisi kanan jalur berupa jurang dan sisi kiri berupa tebing. Ada juga turunan dan tikungan Gotekan, Pacet yang sangat tajam. Meski hanya sekitar 30 derajat kemiringannya, namun turunan ini panjang dan ada jurang di ujung sedalam 50 meter.

Dengan turunan securam dan sebanyak itu, banyak dari pengemudi roda dua maupun roda empat tidak bisa menggunakan rem mereka dengan efektif. Saiful Anam, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2019 menuju 2020 telah terjadi 35  kecelakaan akibat rem blong di jalur Cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto tersebut. Saiful juga menjelaskan, "Masih banyak pengendara kalau turun rem mereka terus menerus digunakan, padahal ada teknisnya agar aman. Sebaiknya berhenti dulu untuk mendinginkan rem."

Meski Info Lantas Sidoarjo, komunitas peduli lalu lintas, telah memberikan pengamanan berupa karung yang diisi oleh sekam padi di beberapa titik di jalur Cangar - Pacet, masih banyak pengemudi yang terkena kecelekaan terutama di tikungan Gotekan yang biasanya disebut tikungan tengkorak. Untung saja dengan pengaman tersebut, setidaknya dapat mengurangi resiko pengendara terjun ke jurang atau terhantam keras pada pagar pengaman jalan.

Kecelakaan-kecelakaan sering terjadi pada pengendara motor matik. Kecelakaan menimpa dua mahasiswi tersebut menggunakan kendaraan Honda Vario yang merupakan motor matik. Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Randy Asdar menghimbau untuk pengguna kendaraan khususnya motor matik untuk berhati-hati ketika melewati jalur Cangar - Pacet. Dari Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto Didik Sudarsono, juga mengatakan bahwa kendaraan yang melintas jalur Cangar - Pacet setidaknya harus berhenti 4 kali atau setiap 10 menit sekali berhenti untuk mendinginkan rem pengendara. (SKN)

VIDEO PILIHAN