Novel

Secret Club - Chapter 2

6 Februari 2019   23:52 Diperbarui: 7 Februari 2019   00:06 44 0 0

Chapter 2 -- Roze

Narator: Natalia Anatasia Van Houten

Selama ini aku pindah dari sekolah satu ke sekolah lain dan menyebabkan ini adalah pekerjaan ayahku yang suka berpindah-pindah. Akhirnya papa menetap di Jakarta dan bekerja sebagai dosen dibagian Marine Biology di Universitas London di Jakarta. Sedangkan ibuku telah meninggalkan kami, tanpa memberikan berita. Papa berkata bahwa dia pergi bersama laki-laki lain. Aku anak yang tidak peduli akan kejadian itu. Aku cuma sayang sama papaku saja, aku tidak peduli kalau mamaku pergi kemana saja. 

Akhirnya papa mulai aktif lagi dan kembali bekerja dan travel kemana-mana. Aku terpaksa sendirian dan diurus oleh seorang wali yaitu paman saya, adik dari papaku yang sering membantu saya. 

Dia yang menggantikan papa saya untuk mengambil rapot dan berkunjung ke sekolah bila ada sesuatu. Aku bisa bilang dia adalah papa keduaku, dia sangat mencintaiku. Aku ketahui sejak kecil, bahwa dia seorang homosexual. 

Dia selalu membawa pulang seorang laki-laki ke kamar dia. . Aku pikir itu hal yang bisa sebab dia hidup cukup lama di Belanda. Dia tetap sayang kepadaku, aku tetap sayang sebagai dia sebagai papaku. Pamanku ini sangat tegas dan selalu mementingkan pendidikan dan selalu mengurus aku dengan baik. Meskipun aku sakit, dia tetap menjagaku. 

Papaku kadang mengirim kartu ulang tahun kepada ku dan menelpon lewat Skype untuk memberi ucapan selamat ulang tahun. Pamanku yang selalu menyiapkan kue ulang tahun dan membelikan hadiah untukku, sayangnya hadiah dari papa selalu tidak ada. Aku tahu pamanku selalu berbohong kalau dia berkata bahwa hadiah ini dari papaku, supaya membuat aku senang. Tentang sexualitas pamanku, aku selalu menyembunyikan dari keluarga besar. Aku takut dia akan diambil dari aku. Aku tidak mau papa kedua diambil lagi. Papa dan pamanku selalu berkata,"Gezin moet samen te zijn" yang berarti dalam bahasa Belanda yaitu,"Keluarga harus selalu bersama." 

Aku selalu tidak mau mengecewakan pamanku dan papaku. Aku selalu berusaha keras untuk mencapai terbaik untuk akademik aku. Nilai-nilai tinggiku selalu aku pertahankan. Aku telah berturut-turut mendapat penghargaan sebagai murid terbaik. Supaya papaku bisa melihatku. Aku berusaha mencari perhatian untuk papaku.

------------0--------------

Di dalam sekolah, aku menjadi House Leader di Yellow House. Sekolah Santo Clarice memiliki sistem sekolah Inggris yang memakai sistem House. Di sekolah selalu terdapat 4 house. Tiap house memiliki simbol atau maskot yang berupa binatang, biasanya binatang ini melambakan kepintaran dan juga melambangkan unsur. Contohnya Red House maskotnya adalah Red Fox yang berunsur api yang memiliki semboyan The Will of the Fire, Green House maskotnya adalah Green Monkey yang berunsur bumi yang memiliki semboyan Creativity and Intelligent, Blue House maskotnya adalah Blue Dolphin yang berunsur air yang bersemboyan Freedom of Learning, dan yang terakhir Yellow House maskotnya adalah Yellow Owl yang berunsur angin yang bersemboyan Wisdom and Knowledge are Gold. Setiap house memiliki logo dan banner, yang memiliki style design kuno seperti simbol kerajaan. Setiap House melakukan terbaik, mereka mendapat Merit atau Nilai point untuk positif. Kalau mereka melakukan sesalahan atau melanggar aturan sekolah mereka akan mendapat Demerit yang berarti mendapat nilai point untuk negatif. Biasanya setiap harus harus berlomba-lomba untuk mendapat Merit lebih banyak, salah satu house yang terbaik adalah Yellow House yaitu House aku. 

------------0------------

Orang-orang di sekolah sangat tertarik sama aku, itu yang aku rasakan. Biasanya anak laki-laki di sekolah menyukai dan kakak senior pernah mengajakku untuk kencan atau juga pernah menembakku. Aku selalu menolak dan aku tidak ada tertarik pacaran dengan laki-laki. Aku pernah kehilangan keperawananku saat aku masih di sekolah luar, saat itu aku saat berumur 12. 

Aku berpacaran dengan kakak seniorku, aku bisa bilang dia cukup tampan. Setelah aku ditusuk oleh dia, aku tidak menikmati kenikmatan. Aku mulia berpikir ini yang disebut hubungan itim. Laki-laki diatas, sedangkan aku dibawah, apa itu? It is really stupid. Aku berpikir bahwa aku adalah Woman in the Top. Saat hubungan sex kedua kali dengan kakak kelasku, aku menarik dia dan menimpa dia diatasnya. Aku mulai menusuk lubang pantatnya dengan jariku, dengan itu aku merasakan kenikmatan setelah mendengar dia kesakitan.  Laki-laki tidak mengalahkanku dalam olah raga. Kadang anak-anak di sekolah lebih menyebutku super girl, sebab aku memiliki stamina yang sangat hebat. Aku sendiri pernah berantem dengan salah satu kakak seniorku. Aku lebih menyebut diriku sebagai Alpha Female Wolf. 

Aku tadi menyebutkan aku tidak tertarik dengan pria, sebab alat mereka sangat menjijikan. Aku mulai tertarik dengan sama jenis. Aku lebih suka menyebutkan ini sebuah experiment. Aku pernah pacaran dengan... aku maksud aku pernah berhubungan itim dengan seorang wanita. Dia salah satu guru les, aku tertarik dengan penampilan dia yang feminin dan dia sangat cantik untuk wanita yang berumur 30an. Dia wanita chinese Indonesia yang sangat pintar. Yang memulai adalah aku sendiri. Aku yang mencium dia terlebih dahulu dan melakukan ke semuanya di dalam ruang belajarku. Aku sadar bahwa aku memiliki mother complex, aku tidak pernah dekat dengan mamaku. Dari kejadian atau experiment itu, aku mulai mengerti bahwa aku butuh perhatian khusus dari seorang wanita dewasa. 

Aku dapat menarik perhatian seseorang, aku rasanya mengerti isi hati orang tersebut. Aku dengan mudah berpacaran dengan adik kelasku yang masih belia (aku orang pertama yang menyentuh dia). Adik kelasku tidak begitu cantik, tapi dia terlihat sangat menawan dan memiliki tubuh postur yang ideal bagiku yaitu sedikit montok. Aku lebih menyebutkan dia orang natif Indonesia yang memiliki kulit cukup gelap, atau orang-orang bule suka menyebutkan exotic. Aku dapat mengetahui pikiran dia, aku dengan gampang menghampiri dia tanpa perlawanan. Aku tahu apa yang dia mau, aku seperti bisa membaca pikiran adik kelasku ini.

Dari pelajaran yang aku dapat, setelah berhubungan adik kelasku. Cuma satu kata yang ingin aku ucapakan," Don't fuck the teenager." Aku berkata ini, sebab mereka belum siap, karena mereka masih alay dan gampang tergocang. Mereka mudah patah hati. Salah satu adik kelasku bunuh diri, aku rasa aku penyebab dia bunuh diri. Aku telah menghilangkan bukti bahwa aku yang melakukannya. Aku mengubah berita bahwa dia depresi dengan ujian sekolah dan tekan batin dari orang tua. Itu pelajaran yang berharga, aku tidak melakukan itu lagi. Dan kejadian itu menjadi sebuah rahasia.

Aku sadar bawah aku adalah seorang Encantado yang berasal dari dongeng Brazil yang menceritakan makhluk berubah bentuk yang memiliki wujud aslinya dari seekor Lumba-lumba merah muda di perairan sungai Amazon. Papaku selalu bercerita saat sebelum tidur tentang Encantado dapat menarik perhatian seseorang dengan cara berubah wujud menjadi seorang wanita yang cantik atau pria yang tampan. Menurut legenda, orang yang diajak oleh Encantado akan berubah bersama-sama menjadi lumba-lumba merah dadu, karena Encantado selalu membutuhkan seorang pasangan hidup. Itulah dia mencari seorang kekasih yang ada di darat. Menurut legenda, Encantado juga membawa anak gadis itu hilang atau tidak kembali ke keluarganya.

-----------0------------

Setelah 2 tahun berlalu, mimpi buruk itu terus ada dalam pikiranku, dan aku anggap itu sesuatu kewajaran dan menunjukan muka berseri-seri kepada teman-teman kelas dan orang-orang sekitarnya.

Suatu saat, wujud adik kelasku itu menunjukan wujudnya. Aku tahu aku melakukan sebuah kesalahan. Wujud adik kelasku terlihat sangat sedih dan raut mukanya seperti berkata bahwa dia masih mencintaiku. Dia tetap menungguku. Dia tetap menghantuiku yang ada dipikiranku. Aku sadar bahwa dia tidak nyata lagi. Aku sadar aku tidak boleh berbuat itu sekali lagi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5