Mohon tunggu...
Bisnis

Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Bercocok Tanam

16 Mei 2019   23:40 Diperbarui: 17 Mei 2019   01:03 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Bercocok Tanam
Lahan Hidroponik Ayudia Farm Bogor

TAJUR, BOGOR - Bagi para pecinta tanaman yang gemar bercocok tanam namun tidak memiliki lahan yang luas tidak  perlu khawatir, karena terdapat salah satu teknik bercocok tanam yang memanfaakan lahan tidur, yaitu penanaman dengan teknik hidroponik.

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air, tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Terdapat banyak kelebihan sistem hidroponik dibandingkan sistem tanam biasa, yang hanya dapat dibudidayakan pada suatu lahan. Penanaman dengan teknik hidroponik ini jauh lebih hemat dalam penggunaan lahan, selain itu hasil panen juga lebih berkualitas dan menguntungkan.

Salah satu lokasi lahan tidur yang digunakan untuk penanaman dengan teknik hidroponik ini yaitu lahan di perumahan Villa Tajur yang bernama tanaman hidroponik Ayudia Farm Bogor. Ayudia Farm adalah kebun hidroponik mini berkualitas yang sekaligus Brand Produsen dan Supplier sayuran berkualitas yang hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat wilayah Bogor Kota untuk menyiapkan sayuran berkualitas dan aneka kebutuhan dapur rumah tangga dengan harga yang terjangkau. Keunggulannya dari Ayudia Farm ini adalah sayur-sayuran yang ditanam fresh dan bisa langsung dimakan.

Cara Menanam Kangkung Dengan Teknik Hidroponik

            Terdapat berbagai jenis tanaman yang dapat ditanam dengan menggunakan teknik hidropnik, dan salah satunya yaitu tanaman Kangkung. Butuh waktu selama kurang lebih dua puluh satu hari untuk menanam kangkung yang perlu melalui beberapa tahap.

  • Tahap Pembibitan

Tahap pertama yang perlu dilakukan untuk menanam kangkung yaitu tahap pembibitan atau N1. pada tahap ini kita harus merendam bibit kangkung terlebih dahulu selama satu malam. Untuk menyiapkan media penanamannya, kita menggunakan rockwool sebagai media untuk menanam. Rockwool berasal dari batu vulkanik gunung yang melalui proses peleburan dengan panas yang tinggi. Penggunaan rockwool ini dilakukan maksimal tiga bulan karena rockwool akan hancur dimakan oleh akar tanaman itu sendiri. Karena daya serap nya tinggi, rockwool bisa menyerap dan menyimpan secara maksimal. Sebelum rockwool digunakan, lembaran rockwool harus dipotong minimal 2,5 - 3 cm. Setelah itu, rockwool yang telah dipotong harus melalui proses rendaman, lalu masukan bibit kangkung kedalam rockwool yang telah direndam agar rockwool tersebut menyerap air, kemudian dibelah menjadi dua bagian. Rockwool yang telah dimasukan bibit, dapat ditempatkan ke wadah penyimpanan selama tiga hari sampai bibit tersebut pecah benih dan siap untuk dipindahkan ke tahap N2.

  • Tahap Peletakan Bibit Kangkung

Setelah  bibit kangkung di masukkan ke rockwool, bibit kangkung tersebut perlu diletakkan di lahan tanaman hidroponik selama tiga hari. Terdapat perbedaan kangkung yang telah diletakkan selama 3 hari dengan kangkung yang diletakkan selama 7 hari. Kangkung yang berumur 7 hari akan terlihat lebih besar dan bentuk nya terlihat lebih jelas. Pada kangkung yang sudah berumur 7 hari, dapat langsung dipindahkan ke lahan produksi untuk melalui tahap penanaman selanjutnya. 

Tahap pemasukkan Rockwool ke lahan produksi
Tahap pemasukkan Rockwool ke lahan produksi
  • Tahap Lahan Produksi

Langkah selanjutnya yaitu beralih ke proses lahan prosuksi atau N3. Pada tahap ini yang perlu dilakukan yaitu mengambil bagian rockwool yang sudah siap dipindahkan ke lahan produksi, lalu rocwool tersebut dipotong kurang lebih 5 cm, sesuai dengan lubang produksi. Setelah itu potongan rockwool yang terdapat bibit kangkung tersebut  dimasukkan ke lubang produksi selama 14 hari.

  • Tahap Memanen Kangkung

Tahap memanen merupakan tahap paling menyenangkan bagi para pemanen. Kangkung yang dipanen dengan teknik hidroponik ini bisa dilakukan apabila tiga proses pembibitan sebelumnya telah dilakukan kurang lebih selama 3-4 minggu.

Terdapat banyak kelebihan sistem hidroponik dibandingkan sistem tanam biasa, yang hanya dapat dibudidayakan pada suatu lahan. Penanaman dengan teknik hidroponik ini jauh lebih hemat dalam penggunaan lahan, selain itu hasil panen juga lebih berkualitas dan menguntungkan.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x