Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - Pegiat ComDev, Petani, Peternak Level Kampung

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Kisah Sang Raja dan Para Pengikutnya di Negeri Antah Berantah

26 September 2022   10:20 Diperbarui: 28 September 2022   08:54 992
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Hari Tani karya Edi Dharma/swaranesia.com

Alkisah, memerintahlah seorang raja di negeri antah berantah. Sebagai raja, ia memiliki kekuasaan yang besar. Juga memiliki banyak pekerja untuk mengerjakan kebunnya yang maha luas itu.

Sejatinya, sang raja berhati mulia. Sesekali, ia berjalan mengelilingi lahannya. Melihat langsung bagaimana para buruh bekerja. Dengan ramah, ia menyapa para pekerja, dan menanyakan khabar mereka, bagaimana kesejahteraan keluarga mereka, dan apakah mereka senang.

Tetapi, ketika para buruh hendak menjawab, maka pembantu-pembantu, kaki tangan yang selalu mengiringi Sang Raja bepergian ini, dengan sigap akan memberi jawaban.

"Keluarga mereka sejahtera. Makmur-makmur. Seperti yang kami laporkan, ekonomi rakyat meningkat signifikan. Pengangguran berhasil ditekan. Dan, gizi buruk menurun drastis, tuanku. Bantuan Langsung Tunai juga sudah kami salurkan, mencapai 100 persen. Tepat sasaran, pada orang-orang yang memenuhi kriteria untuk mendapatkannya".

Lanjut mereka, "Pembangunan infrastruktur sedang masif dilakukan tuan. Embung-embung sudah berfungsi dengan baik. Bendungan besar, sudah banyak yang rampung. Program listrik kita, telah menjangkau seluruh pelosok negeri kita. Semua terang-benderang. Cahaya bintang dan bulan pun kalah ketika listrik menyala".

Demikian para penjilat selalu berusaha untuk mengambil alih jawaban dari para pekerja kepada sang Raja. ARS, Asal Raja Senang. Tak peduli RSM, Rakyat Semakin Menderita.

Sayangnya, Sang Raja yang lembut hatinya tersebut kurang tegas dengan penjilat-penjilat sekitarnya. Laporan mereka, dipercaya sebagai sesuatu yang benar. Padahal, tidak.

Beban rakyat semakin tinggi. Bantuan salah sasaran. Pengangguran meningkat karena ribuan pekerja baru-baru ini diberhentikan dengan alasan administrasi, too old, dan 1001 alasan lainnya.

Belum lagi setiap tahun, ratusan Perguruan Tinggi di negeri antah berantah, melepas wisudakan anak didik mereka.

Ya, wajah wisudawan ini terlihat happy karena dinyatakan kelar menempuh pendidikan. Mendapatkan gelar. Namun, sekaligus gundah gulana, sebab dibayang-bayangi oleh pikiran akan nasib mereka setelah ini. Orang tua menghentikan uang bulanan, pekerjaan tak dapat-dapat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun