Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - senang mempelajari hal-hal baru

Hidup mengalir seperti air. Bergerak dari hulu ke muara lalu masuk samudera nan luas! Dari petani, kembali menjadi petani. Hidup bersama komunitas tani itu sangat menyenangkan bagi saya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jemput Pagimu

19 September 2022   05:18 Diperbarui: 19 September 2022   06:45 134 29 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pagi di Kota Karang Kupang. dok pribadi

Seekor burung bertengger di pohon nangka, bernyanyi riuh sekali. Bersahutan dengan sahabatnya yang memilih bertengger di atas pucuk jati nan meranggas.

Mereka tak mau kalah dengan kokok ayam tetangga yang bersahutan dengan seekor pejantanku yang kukurung di dalam kandang pula.

Bangun..., katanya.

Bangun...., sahut sahabatnya.

Pagi telah menjelang. 

Sebentar lagi mentari akan muncul dari peraduannya. Janganlah engkau kalah sama mentari pagi

Bangun dan tengoklah semburat merah di ufuk timur. Indah nian...

Bangun tuan, bangun nyonya. Nanti bisa lanjutkan tidurmu sebentar malam. Ketika mentari masuk peraduannya lagi. Dan burung-burung kembali ke sarangnya.

Bangun, bangun....!

Segeralah jemput impianmu minggu ini, bersama terbitnya mentari pagi. 

Kota Karang, 19.09.22

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan