Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - Pegiat ComDev, Petani, Peternak Level Kampung

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Stunting dan Obesitas Anak Dapat Dimonitor melalui Posyandu

29 Januari 2022   17:34 Diperbarui: 29 Januari 2022   18:08 909
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kegiatan KIA di salah satu Posyandu binaan Puskesmas Oebobo-Kupang. Dok. Minggas Nafanu

Menurut Kemenkes (pusdatin.kemkes.go.id) stunting atau kerdil adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Sedangkan obesitas terkait dengan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama. 

Stunting dan obesitas sebenarnya dapat dipantau melalui Posyandu. Hingga kini, hampir seluruh warga negara Indonesia begitu familiar dengan kata POSYANDU, Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu atau Pos Pelayanan Terpadu. Sejak dicanangkan pada tahun 1986 di Yogyakarta, sampai dengan tahun 1990-an, gerakan Posyandu begitu masif dan terkoordinir. Berlaku di seluruh Indonesia. Di kota dan desa. 

Dan warga sudah terbiasa untuk membawa bayi dan balitanya setiap bulan ke tempat Posyandu. Tak ketinggalan, ibu-ibu hamil pun selalu berkunjung secara rutin untuk memeriksakan kehamilanya, mendapatkan vitamin, imunisasi dan konsultasi secara gratis. 

Sampai saat ini,  Posyandu tetap menjadi salah satu kegiatan andalan dinas kesehatan melalui Puskemas setempat bersama dengan masyarakat setempat. Berbagai kegiatan kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan di sana. 

Salah satu kegiatan rutin di Posyandu adalah penimbangan berat badan bayi-balita. Foto Minggas Nafanu-Bides Pusekesmas Oebobo Kupang
Salah satu kegiatan rutin di Posyandu adalah penimbangan berat badan bayi-balita. Foto Minggas Nafanu-Bides Pusekesmas Oebobo Kupang

Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Tentu saja lumayan  banyak kegiatan, baik yang termasuk kegiatan utama maupun pengembangan program. 

Kegiatan utama yang dilakukan di Puskesmas adalah: (1) program kesehatan ibu hamil; (2) program kesehatan anak; (3) Keluarga Berencana/KB; (4) imunisasi; (5) pemantauan status gizi; dan (6) pencegahan dan penanggulangan diare. Program pengembangan tergantung pada kebutuhan Posyandu setempat seperti pemberian makanan tambahan berupa susu, bubur kacang hijau, bertanam sayuran, dsb. 

Pembagian susu sebagai salah satu program PMT di Posyandu Bukit Jambi-Baradatu. Dok. Ely-Kader
Pembagian susu sebagai salah satu program PMT di Posyandu Bukit Jambi-Baradatu. Dok. Ely-Kader

Untuk memantau status gizi dan tumbuh kembang anak maka ibu hamil, bayi dan balita ditimbang secara rutin dan dicatat perkembangan berat badan dan tinggi badan. Jika dulu hanya ada kartu catatan yang dinamakan Kartu Menuju Sehat (KMS), maka per tahun 2020, telah disempurnakan menjadi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). 

Di dalam buku KIA ini, semua perkembangan bayi sejak dalam kandungan ibu hingga bayi berusia lima tahun dicatat secara lengkap. Tak hanya berkaitan dengan berat anak, tetapi  catatan lengkap termasuk imunisasi dan pelaksanaan program lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun