Mohon tunggu...
Grace Liani
Grace Liani Mohon Tunggu... Mahasiswa STP Trisakti '17

Seorang mahasiswa akhir yang ingin mulai menulis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Dekat Saling Membenci, Jauh Saling Mencari

21 April 2021   10:00 Diperbarui: 21 April 2021   10:05 56 1 0 Mohon Tunggu...

Sibling rivaly adalah salah satu yang saya alami ketika saya masih kecil. Hal ini dikarenakan saya memiliki adik peremupuan yang usianya hanya berbeda dua tahun dengan saya. Sewaktu kecil kami selalu bertengkar perihal mainan atau makanan yang diberikan oleh orangtua kami, sampai di mobil pun kami masih sempatnya bertengkar. Karena kami bertengkar di mobil, ibu mengancam kami untuk diturunkan dari mobil dan disuruh untuk pulang sendiri. Dirumah tidak kalah hebatnya kami saling merusak buku, melempar tas sekolah, sampai dengan mengacak-acak lemari pakaian karena saling marah. Tentu saja kami mendapatkan hadiah akibat perbuatan kami yaitu di pukul oleh ibu mulai dari rotan sampai dengan gantungan baju. Setiap hari tidak ada waktu yang kami lewatkan tanpa bertengkar. Tepat di tahun 2007 ibu melahirkan lagi seorang adik perempua. Hal ini menyebabkan tambahnya sibling rivaly diantara kami.

Namun, saya sudah mnginjak bangku SMA sehingga saya tidak terlalu peduli dengan kehadiran adik saya nomor tiga. Hal ini sangat berpengaruh pada adika nomor dua dimana ia selalu merasa tidak diberikan kasih sayang yang cukup dan selalu merasa diduakan oleh ayah dan ibu. Pertengkaran saya dan adik ekdua masih sering terjadi di kala bangku SMA biasnaya selalu dimulai dengan cekcok atau adu mulut. Tetapi saya dan adik ketiga tidak pernah bertengkar, hanya ada pertengkaran adik kedua dengan adik ketiga. Adik kedua saya sangat iri dengan apa yang selalu didapatkan oleh adik bungsu sehingga ayah dan ibu harus memberikan perhatian ekstra untuk adik kedua. Ada cara lucu ibu saat membagikan makanan favorite kami yaiu menggunakan timbangan. Dikarena adik kedua selalu memulai api, maka untuk menyamaratakan sebuah makanan ibu akan menimbang makanan tersebut di depan kami bertiga agar terlihat sama rata. Buah pun akan dihitung jumlahnya, dan setiap natal kami bertiga akan slelalu mendapatkan kado natal yang sama.

Setelah sekian lama, mungkin kami bertiga merasa lelah unutk terus bertengkar dan saling menyulut api akhirnya lambat laun kami berhenti bertengkar. Semua berubah ketika saya harus pergi kuliah dan mengharuskan saya untuk tinggal di kosan di sekitar kampus. Ternyata hal ini membuat adik nomor dua saya merasa kesepian setiap malam karena tidak ada yang menemaninya ketika dia ingin menonton pada malam hari. Setelah itu dia selalu menanyakan kapan kepulangan saya ke rumah, adik ketiga pun merasakan hal yang sama karena disaat saya jauh hal itu menyulitkan adik saya unutk meminta bantuan tugas sekolahnya. Adik ketiga pun akan menunggu kepulangan saya ke rumah setiap hari jumat dan saya akan membantu kesulitan tugas sekolahnya pada hari Sabtu atau Minggu.

Biasnya setiap Sabtu keluarga kami akan pergi ke jalan-jalan ke mall untuk sekedar refreshing atau makan diluar rumah. Namun dikarenakan ayah ibu sering sibuk juga di waktu libur akhirnya kami terbiasa berpergian hanya bertiga dan menciptakan quality time bersama dengan belanja, main sampai dengan makan bersama. Dan hal ini sellau menjadi agenda mingguan yang ditunggu oleh kami bertiga karena kami dapat saling bercerita apa yang terjadi pada minggu kemarin dan juga dapat bermain dan menonton bersama di rumah. Semakin dewasa kami semakin sadar bahwa saudra adalah tempat pertama untuk menyederkan bahu dan tempat untuk meminta tolong dikala waktu susah.

VIDEO PILIHAN